Gereja Katedral Our Lady of Arabia
Gereja Katedral Our Lady of Arabia

sergap.id, BAHRAIN – Tiga hari setelah resmi dibuka pada Kamis (9/12/21) waktu setempat, Gereja Katolik Roma terbesar di Bahrain, Semenanjung Arab, menggelar Misa pertama pada Minggu (12/12/21).

Gereja Katedral Our Lady of Arabia ini mampu menampung sekitar 2.300 umat dan memiliki desain modern yang dilengkapi dengan kubah segi delapan dan dua kapel serta auditorium berkapasitas 800 orang.

Gereja Katolik terbesar ini menghabiskan waktu delapan tahun untuk pembangunannya dan memakan biaya lebih dari 10 juta USD atau Rp 143 miliar.

Meski menjadi negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Bahrain memiliki sekitar 80.000 komunitas Katolik, dan sebagian besarnya merupakan pekerja dari India dan Filipina.

Kehadiran gereja arsitek katedral Italia Mattia Del Prete ini adalah bukti bahwa Bahrain merupakan wilayah yang amat toleran dengan agama lain sejak berabad-abad lalu. Bahrain telah lama mengizinkan orang-orang dari agama lain beribadah dengan damai.

Sebuah kuil Hindu pun didirikan di Bahrain sekitar 200 tahun yang lalu, sementara pada abad ke-19, sebuah misi Amerika diizinkan untuk membuka sebuah gereja di sana.

Adapun gereja Katolik Roma pertama adalah The Sacred Heart Chruch, dan telah dibuka di Manama sejak 1939.

Kardinal Luis Antonio Tagle, Kepala Kongregasi Vatikan untuk Evangelisasi Bangsa-Bangsa, yang meresmikan gereja ini.

Kardinal Tagle bergabung dengan paduan suara dalam menyanyikan “Roh, basuh aku, bersihkan aku, segarkan aku, dan isi aku lagi,” saat dia memercikkan air suci ke pastor dan umat paroki dan menguduskan katedral untuk pelayanannya.

“Saudara dan saudari yang terkasih, saat kita dengan khidmat mendedikasikan rumah ini, marilah kita dengan rendah hati berseru kepada Tuhan, Allah kita, untuk memberkati air yang telah Dia ciptakan ini … akan dimurnikan,” kata Kardinal Tagle.

“Semoga Tuhan mendukung kita dengan kasih karunia-Nya sehingga, patuh kepada Roh yang telah kita terima, kita dapat tetap setia di gereja-Nya.”

“Keluarga Tuhan yang terkasih, tolong sering-seringlah pulang ke gereja ini, untuk bertemu dan berbicara, berbicara dengan Bapa kita yang pengasih. Tuhan dengan sabar menunggu Anda. Sangat disayangkan memiliki rumah yang indah tanpa ada seorang pun yang tinggal di sana,” kata kardinal itu dalam homilinya di hadapan jemaah internasional.

“Tetapi dengan seringnya pertemuan rohani Anda di sini, siapa pun yang masuk akan merasakan, menghirup, dan menyentuh kasih dan kehangatan keluarga Allah. … Sementara pembangunan sebuah gedung berakhir, pembangunan gereja sebagai sebuah komunitas tidak pernah berakhir,” kata Kardinal Tagle. (middleeastmonitor)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here