Emanuel Boli
Emanuel Boli

sergap.id, KUPANG – Koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat Lembata (AMPPERA) di Kupang, Emanuel Boli, mengaku, pihaknya telah mengantongi Surat Pemberitahuan Hasil Perkembangan Penyidikan (SP2HP) kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan titian, kolam apung, restoran apung, pusat kuliner, dan fasilitas lainnya di Pulau Siput Awololong, Kabupaten Lembata.

Surat tersebut diperoleh dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT pada Selasa (02/05/20) lalu.

Pada poin (2) dalam SP2HP tersebut, dijelaskan, kasus tersebut cukup bukti dan patut dinaikan ke tahap penyidikan. Kesimpulan ini berdasarkan gelar kasus Awololong di Mabes Polri pada Sabtu, 16 Mei 2020 mulai jam 10.00 WIB sampai 20.00 WIB.

Kabarnya, setelah pemberlakukan New Normal Covid-19 pada 15 Juni 2020 mendatang, penyidik Tipikor Polda NTT akan segera melakukan pemeriksaan terhadap Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani proyek ini.

Peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan ini berawal dari pengaduan yang disampaikan AMPPERA kepada Kapolda NTT, Irjen Pol. Hamidin, S.I.K, pada Jumad (18/10/2019 lalu, serta laporan Sparta Indonesia ke Bareskrim Mabes POLRI dengan surat tanda terima laporan bernomor Dumas/11/XII/2019 Tipidkor, tanggal 9 Desember 2019.

Menurut Boli, pihaknya telah melakukan dialog dengan Dirkrimsus Polda NTT, Kombes Pol. Heri Try Mariyadi, SH, MH Rabu, 20 Mei 2020.

Hasilnya, Kombes Heri, mengatakan, hasil audit dari ahli menyatakan ada kerugian uang negara dalam proyek sebesar Rp 6.892.900.000 itu.

Penjelasan Dirreskrimsus ini sekaligus menepis tudingan miring terhadap Polda NTT bahwa akan mengSP3kan kasus Awololong. Isu ini diduga disebarkan oleh AM, oknum di Lembata.

Kuasa Hukum Sparta Indonesia, Matias Ladopurab, mengatakan, kasus Awololong merupakan pintu masuk bagi  kasus-kasus lain di Lembata yang juga diduga merugikan negara miliaran rupiah, diantaranya kasus Reklamasi Pantai Balauring, dan kasus dugaan korupsi pada proyek Jembatan Waima.

PT Bahana Krida Nusantara  adalah pemenang tender proyek Awololong. Perusahaan ini telah menerima uang proyek sebesar 85 persen. Padahal fisik pembangunan di lapangan masih nol persen.

Pencaiaran ini diduga direkayasa oleh PPK dan KPA.  Padahal sesuai ketentuan, KPA tidak boleh menerbitkan SPM pembayaran jika di lapangan tidak ada pekerjaan. (les/les)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.