Paslon Nomor Urut 2, Stef Bria Seran – Wndelinus Taolin (SBS-WT).
Paslon Nomor Urut 2, Stef Bria Seran – Wendelinus Taolin (SBS-WT).

sergap.id, BETUN – Korupsi merupakan masalah serius yang ada di Kabupaten Malaka dan harus menjadi program unggulan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malaka periode 2020-2024, agar kedepan Malaka menjadi daerah bebas KKN.

Pasalnya, selama ini Malaka terus dirongrong dengan isu korupsi, diantaranya dugaan korupsi pengadaan bawang merah senilai Rp 10,8 miliar yang kini sedang ditangani Polda NTT.

Sayangnya, paslon yang mengusung semangat dan program anti korupsi hanyalah paslon nomor urut 1, uakni Simon Nahak dan Kim Taolin atau SNKT.

Hal ini terlihat pada pemaparan visi-misi yang disampaikan di KPU Malaka belum lama ini.

“Ini sangat mengecewakan rakyat Malaka serta bagi para pegiat anti korupsi,” kata Wakil Ketua DPRD Malaka dari fraksi PKB, Hendrikus Fahik.

Menurut dia, isu korupsi sudah mengkhawatirkan di Malaka. Karena itu Malaka memerlukan calon pemimpin yang memiliki ketegasan dalam pemberantasan korupsi.

Anggota Diaspora Malaka, Gambs Bere, berharap, kedua paslon segera merevisi program dan visi misi.

“Isu pemberantasan korupsi harus lebih dikedepankan ketimbang pembangunan fisik. Sebab Malaka (saat ini) sarat dengan praktek KKN,” ucap Gambs.

Saat penyampaian visi misi di KPU kemarin, hanya SNKT yang memiliki program berantas KKN. Sedangkan calon nomor urut 2,  Stef Bria Seran – Wndelinus Taolin (SBS-WT) hanya memaparkan program unggulannya yang rata-rata membahas peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan ekonomi.

“Korupsi adalah salah satu momok terbesar yang menyebabkan kebocoran dan inefisiensi penggunaan anggaran pemerintah,” pungkas Gambs. (sb/sb)

KOMENTAR ANDA?

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini