Kompol Cosmas Kaju Ga'e
Kompol Cosmas Kaju Gae saat berdinas di dalam dan luar negeri.

sergap.id, JAKARTA – Ketika Kompol Cosmas Kaju Gae berdiri di ruang sidang kode etik, seragamnya basah oleh air mata. Jutaan mata melihat sesuatu yang tak biasa terjadi: seorang komandan Brimob yang tegas, tiba-tiba tampil sebagai manusia rapuh, menyesal, sekaligus menerima keputusan.

Namun pertanyaannya: apakah keadilan betul-betul ditegakkan, ataukah Cosmas hanya dijadikan tumbal citra?

Kompol Kosmas bukan lulusan Akpol. Ia meniti karir dari bawah, melalui jalur bintara hingga menjadi perwira. Dengan kerja keras, disiplin, dan loyalitas, ia berhasil menduduki jabatan strategis: Komandan Batalyon C Resimen IV Pasukan Pelopor Polda Metro Jaya.

Itu bukan pencapaian kecil. Dalam kultur kepolisian, jabatan komandan batalyon hampir selalu dikuasai jalur Akpol. Cosmas justru menembus sekat itu. Artinya, ia bukan naik karena privilese, melainkan karena prestasi nyata dan pengakuan dari institusi.

Banyak kisah yang diceritakan oleh rekan, anak buah dan seniornya. Bagaimana seorang Cosmas memimpin pasukannya di tengah situasi penuh risiko. Ia selalu berada di garis depan, tidak pernah bersembunyi di belakang pasukannya. Di daerah konflik, nyawa adalah taruhan. Tapi dia selalu menekankan disiplin, keselamatan, dan tetap menghormati warga sipil.

Pengalaman ini membuktikan bahwa Cosmas bukan sekadar perwira dengan pangkat Komisaris Polisi, tetapi pemimpin lapangan yang benar-benar berjuang bersama prajuritnya.

Selama pengabdiannya, Cosmas telah menorehkan banyak prestasi, diantaranya:

  1. Memimpin operasi pengamanan di daerah konflik tanpa menimbulkan korban sipil.
  2. Melatih ribuan kader Brimob muda dengan disiplin dan nilai kemanusiaan.
  3. Menjadi figur teladan dalam menembus batas karier perwira non Akpol.
  4. Mendapat penghargaan dari institusi atas kinerja pengamanan strategis di ibu kota.

Satu kesalahan memang harus dipertanggungjawabkan, tetapi bangsa ini juga wajib menghargai puluhan keberhasilan dan pengabdian seorang prajurit. Menghukum boleh, tapi jangan sampai kita menghapus jasa-jasanya. Itu sama saja menutup mata terhadap sejarah.

  • Mengapa Publik Bersimpati?

Simpati kepada Cosmas bukan tanpa alasan. Ada setidaknya lima hal yang membuat ratusan ribu orang rela menandatangani petisi menolak pemecatannya:

  1. Sisi kemanusiaan. Tangis Cosmas dalam sidang etik menyentuh banyak orang. Ia bukan robot berseragam, melainkan manusia yang mengaku salah dan memohon maaf.
  2. Rekam pengabdian. Puluhan tahun ia mengabdi tanpa catatan buruk, melatih kader, memimpin operasi, dan menjaga keamanan publik. Satu insiden tidak boleh menghapus kisah sukses yang panjang itu.
  3. Disparitas hukuman. Sopir yang menjalankan perintah hanya kena demosi, sementara komandannya dipecat tidak hormat. Publik menilai ada ketimpangan, bahkan ketidakadilan.
  4. Narasi tumbal citra. Banyak yang meyakini Kosmas dijadikan korban politik citra: harus ada yang dikorbankan agar Polri terlihat tegas di mata publik.
  5. Gelombang solidaritas. Ratusan ribu tanda tangan dalam petisi online menjadi bukti masyarakat menolak melihat pengabdian panjang seorang perwira terhapus begitu saja.

Tidak ada yang menyangkal, insiden rantis yang menewaskan warga sipil adalah peristiwa tragis. Tetapi bangsa ini harus belajar membedakan antara tanggung jawab dan tumbal.

Cosmas mungkin salah dalam komando, tetapi ia juga telah benar dalam puluhan tugas lain yang tidak pernah diberitakan. Ia dijatuhi sanksi etik, namun jasa-jasanya tak boleh dihapus dari ingatan bangsa.

Sejarah akan mencatat dua hal tentang Cosmas, ia adalah komandan yang pernah dijatuhi PTDH, dan ia adalah Brimob yang menembus sekat, mengabdi tanpa pamrih, serta diakui sebagai salah satu komandan terbaik dari jalur non Akpol.

Apakah keadilan berarti menghapus semua jasanya, ataukah justru menimbang secara proporsional kesalahan dan pengabdiannya? Publik menaruh simpati karena mereka tahu: menghukum boleh, tapi menghormati jasa itu wajib! (Paskalis Towari, SH/Ketua Satgas Nasional FPNTT)

Komentar Sesuai Topik Di Atas