pencarian korban
Aparat TNI Polri bersama masyarakat sedang mencari korban hilang.

sergap.id, MBAY – Bupati Kabupaten Nagekeo, Simplisius Donatus, merilis daftar kerusakan akibat banjir bandang dan angin kencang di Kecamatan Boawae, Mauponggo, dan Nangaroro. Sedangkan di Kecamatan Keo Tengah sedang diidentifikasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo.

Dalam laporan BPBD Nagekeo nomor: 300.2/BPBD-NGK/6/09/2025 disebutkan dampak bencana cuaca ekstrem akibat aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial hingga terjadi banjir bandang di Nagekeo pada Senin (8/9/2025) adalah:

  • Kecamatan Mauponggo

  1. Desa Sawu: Longsor di beberapa titik jalan negara dan pemukiman warga menyebabkan akses jalan terputus. Banjir bandang di sekitar Puuboa–Sawu pada Jembatan Teodhae 1 dan Teodhae 2 menewaskan 3 orang, 4 orang masih dalam pencarian, serta 2 orang luka-luka. Dampak lainnya, jembatan rusak parah dan jalur jalan Sawu–Mulakoli terputus total. Warga selamat diungsikan ke Kampung Guyuwolo.
  2. Desa Lokalaba: Banjir di Kampung Pauleka merendam halaman rumah, kantor BP Pertanian, dan Kantor Resort Peternakan. 1 orang meninggal dunia karena shock berat.
  3. Desa Aewoe: Luapan Kali Aetoro merusak rumah warga dan mengancam jembatan Aetoro.
  4. Desa Wolokisa: Sawah di Kampung Bayu terendam, tanaman padi rusak parah. Banjir juga merusak jalan dan kebun warga di Batawa.
  5. Desa Wuliwalo: Longsor memutus akses jalan Wulu–Boloroga. Banjir menghantam Bendungan Irigasi Liasesa dan Bendungan Watugate, mengancam 38 hektar sawah gagal panen.
  6. Desa Wolotelu: Banjir merendam sawah dan pemukiman di Kampung Mauwaru, warga terancam gagal panen.
  7. Desa Lodaolo: Luapan Kali Lowo Dhawe merusak jalan dan masuk ke pemukiman.
  8. Desa Woloede: Banjir merusak jalan, longsor terjadi di pemukiman.
  9. Desa Woewolo: Longsor menutup ruas jalan Sawu–Mulakoli, akses terputus total dan membutuhkan alat berat.
  10. Desa Lajawajo: Banjir bandang menghancurkan dekker penghubung Desa Kelewae dan Desa Lajawajo, akses menuju Kecamatan Mauponggo terputus total.
  11. Desa Ululoga: Longsor menyebabkan TPT ambruk di ruas jalan Yiaila–Yobogemo. Jalan lingkungan Lodaolo–Woloede–Ululoga dan ruas Boloroga–Ululoga–Woloco’o terputus. Banjir menenggelamkan 2 ekor sapi dan 5 ekor babi, serta merusak jaringan pipa air bersih dari Mata Air Ae Eo.
  12. Desa Selalejo dan Desa Selalejo Timur: Longsor menutup jalan Koli–Selalejo–Ua dan Koli–Selalejo Timur–Natasule, akses jalan terputus.
  • Kecamatan Nangaroro

  1. Desa Odaute: Longsor menutup jalan menuju Wodomia, akses kendaraan roda 4 terputus.
  2. Kelurahan Nangaroro: Banjir Kali Madambake merendam RT 13 dan RT 14, mengikis badan kali sepanjang 1.500 m, memutus jalan Kopodako–Odaute, serta merusak jalan tani di Wongasue. Gelombang ekstrem menenggelamkan 7 perahu nelayan. Longsor merusak 4 rumah di RT 18 dan RT 20.
  3. Desa Degalea: Banjir merusak jalan penghubung utama Kotakeo–Ikiseo, Kotakeo–Degalea, Degalea–Wokowoe, dan Degalea–Woewutu. Akses terputus.
  4. Desa Pagomogo: Longsor merusak jalan menuju Desa Persiapan Dena Doa, akses terputus total.
  • Kecamatan Boawae

  1. Desa Kelewae: Banjir bandang menghantam jalan negara dan dekker Gako–Mauponggo, akses transportasi terputus total.
  2. Desa Rigi: Banjir merusak broncaptering air bersih sepanjang 100 m, mengancam warga di RT 4, RT 8, Paroki Gako, dan SMPN 2 Gako. Sawah warga rusak dan terancam gagal panen. (sg/sg)
Komentar Sesuai Topik Di Atas