Air Panas Nangadhero
Air Panas Nangadhero, panjang kolam sekitar 400 meter.

sergap.id, WISATA – Ini adalah kolam air panas alami tebesar yang ada di Pulau Flores. Lokasinya berada di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT.

Kolam yang ramai dikunjungi wisatawan di setiap akhir pekan ini memiliki panjang kurang lebih 400 meter dan terletak dipinggir pantai yang dikelilingi rindangnya hutan mangrove.

Jarak dari pemukiman warga sekitar 1 kilo meter. Namun untuk sampai ke lokasi, pengunjung harus berjalan kaki, karena jembatan penghubung menuju kolam hanya menggunakan balok kelapa yang kini sudah mulai lapuk.

Khasiat air panas ini dipercaya ampuh menyembuhkan penyakit stroke dan gatal-gatal.

Ela, umur 25 tahun, warga Nangadhero, mengaku, kunjungan paling ramai biasanya tejadi pada hari Sabtu dan Minggu.

Selepas mandi, kata dia, wisatawan sering melanjutkan dengan menikmati keindahan pantai Nangadhero.

Ela membenarkan tentang khasiat air panas. Dia mengaku sudah banyak keluarga dan kenalannya yang sembuh setelah mandi air panas ini.

Hal yang sama diakui Anastasia Susa, umur 47 tahun, yang juga warga Nangadhero.

Menurut dia, waktu paling baik untuk mendapat khasiat air panas adalah mandi pas jam 4 pagi. Selain air masih jernih, suhu air panas juga sedang tinggi dan sangat ampuh menyembuhkan sakit.

Kepala Desa Nangadhero, Muhamad Ruslan, mengatakan, kendati setiap minggu banyak pengunjung, namun kondisi sekitar air panas belum ditata secara baik.

“Saya sudah punya rencana untuk merenovasi tempat pakai dana desa. Tetapi karena sekarang sedang pandemi Covid- 19, akhirnya dana desa kita gunakan untuk kepentingan Covid-19,” ujar Ruslan saat ditemui SERGAP, Selasa 7 September 2021.

Menurut dia, setiap minggu, pengunjung mencapai ratusan orang yang datang menikmati air panas secara gratis.

“Kita belum pungut karcis masuk, karena kita belum punya Perdes yang mengatur itu”, katanya.

Ruslan mengaku dirinya berniat membangun lopo, MCK, serta menyediakan tempat parkir di sekitar lokasi air panas. Namun niat itu masih terbentur dengan status kepemilikan air panas, apakah itu aset Desa Nangadhero atau Desa Aeramo.

“Karena batas wilayah Desa Aeramo dan Nangadhero sampai hari ini belum ada kejelasan”, ungkapnya.

Ketua BPD Desa Nangadhero, Paskalis Uwa, berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo segera menentukan batas desa yang sebenarnya. Sekaligus membuat terobosan dan inovasi, agar kolam air panas juga bisa menjadi sumber pendapatan desa dan kabupaten.

“Yang paling utama itu kita harus antisipasi abrasi. Karena setiap tahun sering terjadi abrasi. Karena itu harus dibuatkan tembok penyokong atau pemecah gelombang antara pantai dan sumber air panas,” ucapnya.

Anehnya, PLT Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Rustien Triatmi, mengaku, belum tahu kalau di Desa Nangadhero ada sumber air panas.

“Kita belum tahu pak”, ujar Rustien kepada SERGAP, Selasa (7/9/21). (sg/sg)

Komentar Sesuai Topik Di Atas

KOMENTAR ANDA?

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini