
-
Mengenang Almarhum Romo Lukas Leo Laghe (bagian2)
Hari Rabu malam 30 Juli. Saya meminta Rm. Deny Nuwa, Sekretaris Uskup KAE mengirimkan riwayat hidup Rm. Lukas. Keesokan harinya, Kamis 31 Juli Rm. Deny langsung kirim per Email.
Saya membaca sampai tuntas. Pendidikan menengah di Seminari Mataloko 1955-1963 berjalan lancar. Tahun rohani, pembinaan, studi filsafat dan teologi di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret dan STFK Ledalero 1963-1970 berjalan mulus.
Ia layak secara akademis. Begitu juga aspek-aspek lain seperti kerohanian, spiritualitas, kesehatan dan relasi sosial. Ia diperkenankan menerima tahbisan diakon dan imam. Tiga tahun setelah tahbisan, Rm. Lukas menimba ilmu kateketik di Jogyakarta. Selain ilmu filsafat dan teologi, ia juga memiliki bekal kateketik. Semuanya lancar dan mulus. Mengapa?
Rm. Lukas meniti jalan panggilan dengan baik. Ia tenang, tertib, taat dan fokus pada cita-cita luhurnya. Kedua orang tua, bapak Philipus dan mama Theresia serta keluarga mendukung pilihan Lukas. Mereka sederhana. Tapi dalam kesederhanaan mereka mendukung Lukas. “Kita ngusa tu Lukas jeka sadho wolo. Kita harus menghantar Lukas mencapai puncak gunung impian”, demikian impian mereka. Puncak itu adalah urapan imamat suci.
Orang tua dan keluarga menyerahkan Rm. Lukas untuk gereja lokal. Ia bergabung resmi dengan jajaran para klerus KAE. Bersama bapak Uskup mereka membangun dan merawat kolegialitas. Mereka siap melayani umat. Siap diutus oleh Uskup. Kapan dan dimana saja!
Adakah hubungan dan ikatan dengan keluarga terputus total? Tidak! Seorang imam tetap membutuhkan dukungan keluarga. Ia tetap menjadi bagian dari keluarga. Ia menjaga ikatan tali pusat dan hubungan baik.
“Rm. Stef, mae ghewo ne’e ine ame, kae azi, ine weta, ana ebu. Demu ke ta bei logo kita de. Jangan lupa dengan orang tua, kakak adik, saudari dan anak cucu. Mereka itu tempat kita bersandar”, kata Rm. Lukas menjelang syukuran perak imamat saya di Wolorowa Sarasedu 9 September 2022. Rm. Lukas menjadi panutan keluarga. Dia merangkul anak cucu dan pemersatu keluarga. Suaranya yang lembut dan halus menjadi embun penyejuk keluarga.
Saat masih di Ende 1997-2013 kami sering bertemu dan ngobrol santai. Saat bermisi di Swiss, setiap kali cuti saya selalu berusaha mengunjungi beliau di kamar. Saya memerhatikan kamar dan seluruh isinya. Kecil dan sederhana. Penghuninya imam sederhana. Ugahari dan apa adanya. Baju, celana tissu, sandal dan sepatu yang itu-itu saja.
Dalam hati saya katakan “Ame-Kae Rm. Lukas Leo tidak mau membuat kehidupan itu rumit. Bagi Rm. Lukas, hidup yang sederhana akan melahirkan lebih banyak kebaikan, kedamaian batin dan hubungan yang bermakna”.
Tapi jangan lupa! Rm. Lukas aslinya ganteng. Bajunya akan disisip rapih (isi dalam) ke dalam celana tissue. “Lukas Leo Laghe, hoga Boagu ta mosa meku, hoga Nagesapadhi ta bila rai. Orang Boagu yang berkarakter lembut. Orang Nagesapadhi yang ganteng rupawan”.
Saya juga membaca riwayat perutusan Rm. Lukas. Sejak tahbisan hingga akhir hidupnya. Ia salah satu imam projo KAE yang kaya pengalaman. Boleh dibilang konprehensif. Ia melayani paroki. Pernah Kaplan di Kewapante dan Katedral Ende. Naik tingkat jadi pastor paroki Katedral dan kemudian Mautapaga. Ia memiliki pengalaman pastoral paroki.
Rm. Lukas mengemban jabatan strategis di gereja lokal KAE. Ia memimpin dekanat dan kevikepan Ende Lio. Ia pernah menjadi staf Puspas, ketua komisi pastoral, anggota dewan imam, Tribunal, dewan pastoral keuskupan, dewan konsultores, Moderator organisasi rohani dan delegatus Uskup mengunjungi biara biara. Ia membimbing retret, membawa renungan rekoleksi. Dan tidak lupa bapak pengakuan bagi para imam dan biarawan/wati.
Tanggal 31 Juli kita merayakan pesta Santo Ignasius dari Loyola. Imam Jesuit pembimbing rohani yang hebat. Sepanjang hari tanggal 31 Juli jenasah salah satu pembimbing rohani kita dibaringkan di kapela keuskupan. Saya kira ada makna relasi rohani spiritual yang mendalam. Kita belajar semangat hidup rohani dari Ignasius dan Lukas.
Rm. Lukas bergelut di bidang pendidikan. Ia menjadi guru dan kepala sekolah PGAK Ende. Ia pernah menjadi dosen Stipar Ende dan ketua Yayasan Santo Petrus. Rm. Lukas adalah figur pendidik. Ia merupakan salah tokoh pendidikan yang membentuk karakter khas awam katolik. Mereka sudah tersebar ke seluruh bumi Nusantara.
Ia dipercaya mengemban aneka tugas dan tanggung jawab. Ia memiliki keunggulan dan kebajikan. Ia memiliki kecakapan yang seimbang. Baik intelektual, spiritualitas, sosial dan kepemimpinan pastoral. Ia salah satu pribadi multi talenta.
Rekan-rekan imam memberikan testimoni tentang Rm. Lukas. “Lukas Leo seorang imam yang menempatkan diri sebagai kakak yang baik di kalangan para imam. Ia hadir membawa kesejukan….gelagah yang terkulai tak dipatahkannya”, tulis Rm. Cyrilus Lens asal Kewapante Maumere, mantan Vikep Bajawa, Direktur Puspas dan Vikjen KAE.
Rm. Herman Wetu menulis: “Ia dekat dengan rekan-rekan imam. Ketika seorang rekan imam bermasalah, ia segera ke paroki tempat imam bekerja. Ia berbicara dari hati ke hati dengan sama saudara dan memotivasi agar kembali menjadi imam yang baik”.
“Banyak keutamaan yang dimiliki opa Lukas. Kesabaran mendengarkan dan kesetiaan dalam kebersamaan dengan rekan-rekan imam senior maupun yunior”, tulis Rm. Edy Dopo, Vikep Ende saat ini.
Saat membawakan kotbah Pancawindu Rm. Lukas di gereja Mautapaga tanggal 16 Juni 2010 saya memuji Rm. Lukas sebagai “salah satu contoh imam yang menulis secara baik tentang pelbagai hal. Dia tertib administrasi. Dia seorang administrator yang baik”. Ia tertib waktu. Bila mendapatkan undangan untuk pelbagai kegiatan, Rm. Lukas selalu berusaha hadir. Ia selalu siap hadir dan melayani.
Ia terus belajar membaca dan menulis. Ia seorang imam senior yang aktif di Facebook dan setia menulis renungan. Renungannya singkat tapi bermakna. Ia meninggal tanggal 30 Juli. Tanggal ini bertepatan dengan pesta Santo Petrus Krisologus(380-450). Ia seorang pengkotbah berpengaruh dan terkenal dengan “kata-kata emasnya”. Selain kotbah, Rm. Lukas juga aktif membagi kata-kata emas melalui Facebook.
Rm. Lukas setia merawat imamatnya. Senjata ampuhnya rosario, ibadat harian, devosi devosi, kitab suci dan ekaristi. Dia sederhana, apa adanya dan tidak mencari kemegahan diri. Karena itu tepat sekali ia memilih motto imamatnya: “Kami tidak mewartakan diri kami, tetapi Kristus sebagai Tuhan”.(2 Korintus 4,5)
Saya terkesan mendengar kata pengantar dan kotbah Mgr. Budi saat misa pemakaman di Ndona tanggal 1 Agustus. Kita memperoleh anugerah istimewa dalam diri imam yang setia dan sahabat yang saleh. Ia seperti pelita atau lilin yang memberi cahaya bagi orang lain. Ia mengikuti spiritualitas Paulus sebagai rasul Tuhan, untuk menjadi cahaya bagi dunia. Ia tidak takut kesulitan karena panggilan itu berasal dari Tuhan.
Uskup Budi menekankan tiga hal yang menjiwai perutusan rasul Paulus. Pertama, ia tidak memiliki jiwa yang tawar. Tetap bersyukur dan semangat tidak pernah luntur. Dia seorang gembala yang penuh semangat. Kedua, ia melewati jalan sulit. Tapi ia tetap bertahan. Mengapa? Paulus mewartakan Kristus yang dia imani. Ia tidak mewartakan dirinya. Ketiga, ia tetap bersukacita. Ia berusaha agar orang lain bersukacita.
Melalui motto imamatnya, Rm. Lukas menghidupi spirit pewartaan Paulus. Ia memberi teladan dalam kata dan tindakan. Rm. Lukas dimakamkan pada tanggal 1 Agustus 2025. Saat itu gereja merayakan pesta Santo Alfonsus Maria Liguori.
Saya ingat nasihat istimewa Santo Alfonsus kepada para imamnya. Sebuah nasihat yang mirip dengan motto dan cara Rm. Lukas menghayati imamatnya. Pertama, suatu hal yang menyenangkan untuk mendengarkan kotbahmu, engkau melupakan dirimu sendiri dan mengajarkan Kristus.
Kedua, gayamu harus sederhana. Tetapi kotbahmu harus disiapkan dengan baik. Jika kemampuanmu kurang, kotbahmu tidak sambung dan tidak memiliki rasa. Jika terlalu muluk-muluk, orang sederhana tidak akan mengerti kotbahmu”.
BACA JUGA: Mengenang Almarhum Romo Lukas Leo Laghe (bagian1)
Rm. Lukas terima kasih atas keteladananmu dalam menjalani hidup imamat. Selamat jalan dan Auf Wiedersehen! Selesai! (Penulis: Stefanus Wolo Itu/Kirchgasse 4, 5074 Eiken AG)




























