
sergap.id, KUPANG – Konsep merdeka belajar yang dicetuskan oleh Mendikbud, Nadiem Makarim sejak 2019 telah memberikan manfaat baik bagi semua elemen dunia pendidikan, baik pendidik maupun peserta didik, dari pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.
Pendidik dan peserta didik bebas mengekspresikan kemampuan atau bakatnya.
Berangkat dari program itulah, satuan pendidikan Sekolah Menenga Atas Katolik (SMAK) Giovanni Kupang menerapkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
Gerakan ini merupakan upaya untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang memiliki budaya literasi, baik membaca dan menulis, serta mampu bersaing di tengah dunia era digital dengan memanfaatkan teknologi secara bijak.
Sebagai perwujudan dari GLS dan program merdeka belajar dalam semangat restorasi pendidikan, maka SMAK Giovanni Kupang telah menerbitkan tiga buku karya siswa dan guru.
Tiga buku tersebut adalah Dermaga Makna, Literasi Di Atas Awan, dan Membaca Ingatan.
Dengan diterbitkannya tiga buku itu, SMAK Giovanni Kupang dinobatkan dan diberi penghargaan sebagai Sekolah Aktif Literasi Tingkat Nasional dalam ajang Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) 2020 yang merupakan Program Pengembangan Literasi Sekolah yang memfasilitasi guru dan siswa untuk menerbitkan buku ber-ISBN.
Penobatan ini membuktikan bahwa para guru dan siswa mempunyai kualitas dan sangat serius dalam mengembangkan pontensinya di bidang literasi.
Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang RD. Drs. Stefanus Mau, Pr, mengatakan, pihaknya sangat mendukung program merdeka belajar yang memberikan kebebasan bagi guru dan peserta didik untuk secara bebas mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang apa saja, terutama dalam bidang literasi.
“Dengan adanya program ini pihak sekolah tentunya akan memberdayakan guru dan siswa untuk mengembangkan bakat dan pontensi dalam bidang apa saja terutama bidang literasi”, kata Romo Stef seperti dikutip SERGAP dari mediatorgivans.com, Sabtu (17/7/21).
“Saatnya kita tidak hanya menjadi penonton saja, tetapi berusaha untuk mengembangkan bakat-bakat yang sangat spesifik pada setiap diri, artinya literasi di sekolah perlu dikembangkan. Sehingga di SMAK Giovanni Kupang diadakan program publikasi dan penerbitan karya tulis para guru maupun siswa untuk diterbitkan menjadi sebuah buku, buku yang diterbitkan itu adalah karya siswa dan guru sebagai perwujudan dari program merdeka belajar yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Gubernur NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Program inilah yang diterapkan bagi guru dan siswa untuk memberdayakan kemampuannya dan bakatnya dalam berbagai bidang apa saja sesuai bakat minatnya,” jelas Romo Stef.
Setelah menerbitkan tiga buku tersebut, SMAK Giovanni Kupang akan menerbitkan lagi 10 buku karya siswa dan guru. (nes/mdtr)































