Festival Kopi ke 3 di Moskow, 30 November 2021
Festival Kopi ke 3 di Moskow, 30 November 2021.

sergap.id, MOSKOW – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi terus berupaya menarik minat luar negeri terhadap kopi asli Indonesia, salah satunya melalui festival kopi di Moskow, ibukota Rusia.

Festival kopi ke tiga yang digelar pada 30 November 2021 di Hotel Balchug Kempinski, Moskow, ini juga merupakan upaya meningkatkan ekspor kopi Indonesia ke Rusia.

“Festival ini digelar atas kerjasama KBRI Moskow dengan CHIP Coffee, dan dikemas dalam bentuk workshop, coffee cupping, pameran produk kopi dan beyond kopi, dihadiri 50 undangan yang terdiri dari para barista, pemilik coffee shop dan importir/distributor kopi Rusia. Kegiatan ini juga ditayangkan live melalui youtube dan diikuti 43 peserta dari berbagai UMKM eksportir kopi Indonesia yang mengirimkan sampelnya. Kopi Bajawa yang dikelola oleh UD Famasa di bawah kepemimpinan Fabianus Deru, juga dikirim mengikuti festival ini”, ujar Direktur CV Suluh Lingkungan Consultant, Adrianus Lagur, kepada SERGAP, Rabu (1/12/21).

Menurut Lagur, kopi Indonesia, termasuk Kopi Bajawa, memiliki peluang besar untuk ditingkatkan pangsa pasarnya di Rusia, khususnya jenis kopi premium (specialty coffee).

“Walau saat ini kopi Indonesia di pasar Rusia relatif masih kecil, namun potensinya besar untuk ditingkatkan”, tegasnya.

Sesuai data, nilai ekspor kopi Indonesia ke Rusia pada tahun 2020 mencapai US$ 31,95 juta atau naik 59,6% dibanding tahun 2019 yang bernilai US$ 20,15 juta. Kenaikan ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat ke-5 pengekspor kopi ke Rusia setelah Vietnam, Brasil, Italia dan Jerman.

Sebelumnya pada tahun 2019, Indonesia berada pada peringkat ke 7 dan tahun 2018 peringkat ke 11. Namun secara volume, pada tahun 2020, kopi Indonesia menduduki peringkat ke-3 setelah mengalami peningkatan yang signifikan dari 10.141 ton tahun 2019 menjadi 18.720 ton.

“Melihat angka ini, kita patut berbangga bahwa penyelenggaraan Festival Kopi Indonesia yang dilakukan sejak tahun 2019 berdampak langsung bagi peningkatan minat pelaku industri kopi Rusia dalam mengimpor specialty coffee Indonesia,” ucap Jose Tavares, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus dalam keterangan tertulisnya yang diterima SERGAP, Rabu (1/12/21).

Tavares menjelaskan, sebanyak 29 contoh specialty coffee kiriman dari berbagai pengusaha I-JMKM kopi dari Indonesia, termasuk IJMKM binaan BI, BCA, I-JMKM Hebat, Koperasi Produsen TAPUSMAS, dan CV Suluh Lingkungan Consultan, diperkenalkan kepada masyarakat Rusia.

Festival Kopi ini juga menghadirkan Ramaz Chanturia, Direktur Utama Asosiasi Kopi dan Teh Rusia yang menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia yang menghasilkan kopi berkualitas.

“Indonesia juga merupakan mitra terpercaya Rusia dalam hal perdagangan kopi. Pada tahun 2020 Indonesia mengekspor 18.720 ton kopi ke Rusia atau pangsanya 8,5% impor kopi Rusia. Namun dalam 9 bulan tahun 2021, volumenya turun menjadi 6400 ton atau 4% dari impor Rusia. Selain karena Covid19, penurunan juga diakibatkan kenaikan harga kopi dan biaya transportasi dari Asia Tenggara”, ungkapnya.

Ramaz optimis penurunan itu hanya fenomena sementara, karena faktanya konsumsi kopi di Rusia masih tetap tinggi.

“Pada tahun 2020 konsumsi kopi roasting, bubuk, atau instan di Rusia adalah 178.000 ton, sedangkan tahun 2019 adalah 180.000 ton. Artinya, konsumsi kopi relatif stabil dan peluang Indonesia meningkatkan kembali pangsa kopinya tetap terbuka bilamana kondisi Covid19 membaik,” tuturnya.

Pada sesi workshop dan coffee cupping, Timur Miranov, Chief Barista CHIP Coffee menyajikan aneka jenis kopi Indonesia sembari menjelaskan perbedaan karakteristik antara berbagai jenis dan varian kopi premium Indonesia.

“Secara pribadi saya sangat menyukai kopi asal Indonesia. Sejak dua tahun terakhir, CHIP Coffee telah banyak menjual kopi Bali Karana di Rusia,” kata Timur.

Natalia Goncharova dari perusahaan kopi “Vokrug Sveta” yang baru pertama kali mengikuti Festival, menyatakan ketertarikan dengan cita rasa kopi Indonesia yang diseruputnya.

Natalia mengaku selama ini dirinya biasa impor kopi dari Vietnam dan India. Namun setelah mengikuti Festival ini, ia pastikan akan mempelajari lebih lanjut kemungkinan mengimpor kopi dari Indonesia, termasuk Kopi Bajawa, Flores.

Sementara itu, Varvara Rasskazova dari Nadin Tea and Coffee Moscow mengucapkan terima kasih atas fasilitasi KBRI Moskow yang telah menghubungkan dengan mitranya di Indonesia, Bencoolen Café, melalui zoom meeting.

“Kami juga sudah menerima sample kopi Robusta Bengkulu dan setelah mencoba kopi Ribusta premium ini saya berharap dapat segera menyepakati kerja sama dengan pihak Bencoolen Café,” ujar Varvara.

KBRI Moskow juga menggelar pameran produk kopi dan beyond kopi. Contoh kopi berupa green bean, roasted dan bubuk yang dikirim para produsen kopi ditata apik sesuai daerah asal kopi seperti Sumatra, Flores, Jawa Tengah, Sulawesi, Toraja dan Bali dengan variasi jenis arabika dan robusta.

Selain itu diperkenalkan juga produk beyond kopi Cascara yang terbuat dari kulit kopi yang dikonsumsi sebagai teh herbal dengan aroma yang sangat menyegarkan.

Dalam Festival Kopi ketiga ini ditayangkan berbagai video clip tentang industri kopi di Indonesia dan suguhan tari “Mojang Priangan” oleh penari dari sanggar Kirana Nusantara Dance binaan KBRI Moskow.

Selain melalui Festival, KBRI Moskow juga aktif mempomosikan kopi Indonesia di Rusia, antara lain melalui webinar “Indonesian Coffee in Russia: Presence and Prospect”, liputan Coffee and Café KBRI Moskow, partisipasi pada pameran dagang, dan mengadakan pertemuan dengan para pengusaha kopi Rusia. (sp/KBRI Moskow)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here