Penampilan modeling Nuba Gere Lembata dalam balutan kain tenun NTT
Penampilan modeling Nuba Gere Lembata dalam balutan kain tenun NTT

sergap.id, KUPANG – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI menilai Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah surganya kain tenun di Indonesia.

Staf Ahli Kemenkumham RI Bidang Sosial, Min Usihen, menilai, tenun ikat NTT memiliki motif, warna, dan corak yang memiliki kekhasan khusus.

“NTT merupakan surga kain tenun”, ujar Min saat membuka kegiatan Mobile Intellectual Property Clinic atau Klinik Kekayaannya Intelektual (KI) Bergerak Provinsi NTT di Kupang, seperti dikutip SERGAP dari ANTARA, Rabu (20/7/22).

Min mengatakan NTT mempunyai kekayaan intelektual komunal bernilai strategis. Kain tenun NTT juga sangat fashionable, sehingga selain berfungsi sebagai kain adat, juga dapat dipadukan dengan mode atau fashion pakaian lainnya, sehingga ada perbedaan antara kain tenun NTT dengan tenun lainnya.

Saat ini jumlah indikasi geografis dari NTT yang sudah terdaftar sebanyak sembilan jenis produk, sementara yang sedang berproses dalam pendaftaran hanya satu.

Selama tahun 2022 mulai dari Januari hingga Juni terdapat 55 pengajuan yang diajukan untuk permohonan perlindungan kekayaan intelektual komunalnya.

“Ada sekitar 27 permohonan kekayaan intelektual yang sudah tercatat di DJKI Kemenkumham,” katanya.

Namun menurut Min, jumlah tersebut perlu ditingkatkan karena kekayaan budaya di NTT sangatlah banyak dan mempunyai potensi yang dapat meningkatkan perekonomian NTT.

Korelasi peningkatan permohonan kekayaan intelektual dengan pertumbuhan ekonomi sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) pada tahun 2017 lalu.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh INDEF itu, setiap 1 persen kenaikan jumlah paten ternyata mampu berdampak positif terhadap ekonomi Indonesia sebesar 0,06 persen.

“Artinya, bila jumlah paten bisa naik 10 persen saja maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih tinggi 0,6 persen,” pungkasnya. (let/ant)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here