
sergap.id, JAKARTA – Dini hari tadi terasa lebih panjang dari biasanya. Lampu panggung masih menyala terang, namun bagi Sandra Pere, cahaya itu perlahan meredup. Namanya dipanggil dalam siaran langsung The Icon Indonesia di SCTV, Rabu (22/4/2026) pukul 01.00 Wita. Ia berdiri di lingkaran merah, sebuah ruang kecil yang menandai akhir perjalanan di panggung besar.
Sandra, siswi kelas X SMAK Giovvani, tak lagi melangkah ke babak berikutnya. Poin yang dikumpulkannya tak cukup untuk bertahan di jajaran Top 20. Tapi kisahnya tidak berhenti di sana.
Di balik sorotan kamera dan gemerlap panggung, ada perjalanan panjang yang ia bawa dari timur Indonesia. Dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, tempat di mana mimpi sering tumbuh dalam kesederhanaan, ia melangkah membawa suara, harapan, dan keberanian.
Ia berangkat bukan tanpa risiko. Izin dari sekolah telah dikantongi, waktu belajar ditukar dengan latihan, dan hari-hari remaja dijalani di antara nada dan kompetisi. Semua demi satu tujuan: membuktikan bahwa suara dari daerah juga layak didengar.
Ketika langkahnya terhenti, tak ada riuh tepuk tangan yang sama seperti saat ia pertama kali tampil. Namun di balik layar, dukungan tetap mengalir.
“Masih ada kesempatan lain,” ujar Che Parera, teman sekelasnya, sambil tersenyum haru setelah menyaksikan siaran langsung itu.
Kalimat sederhana itu seperti penanda bahwa hidup Sandra tak hanya tentang panggung. Ia masih seorang pelajar, dengan mimpi yang belum selesai ditulis.
Kepulangan Sandra ke Kupang bukanlah akhir, melainkan jeda. Ia pulang membawa pengalaman, keberanian, dan cerita yang tak semua orang seusianya miliki. Dari panggung nasional, ia telah belajar tentang kalah dan bangkit, tentang gemerlap dan sunyi.
“Biar pulang sekolah dulu”, ucap Che.
Dan mungkin, suatu hari nanti, suara itu akan kembali terdengar. Lebih kuat. Lebih matang. Dari tempat yang sama atau mungkin dari panggung yang lebih besar.
Karena perjalanan ini bukan tentang berhenti di Top 20. Tapi tentang memulai sesuatu yang lebih panjang dengan modal suara sendiri. (ne/ne)































