sergap.id, SERI A – Laga panas tersaji di Stadion Djarum Sinigaglia, Senin dinihari WIB, 13 April 2026. Como 1907 harus menelan pil pahit usai dipaksa takluk 3-4 oleh sang pemuncak klasemen, Inter Milan, dalam duel penuh drama hingga detik terakhir.

Pertandingan berjalan liar. Tujuh gol tercipta, emosi naik turun, dan harapan tuan rumah runtuh tepat di depan pendukungnya sendiri.

Como sejatinya tampil dominan. Tim racikan Cesc Fàbregas menguasai 59 persen ball possession dan tampil percaya diri sejak awal. Tekanan demi tekanan dilancarkan, hingga akhirnya kebuntuan pecah di menit ke-36 lewat gol Alex Valle.

Belum sempat Inter bangkit, publik tuan rumah kembali bergemuruh. Nico Paz menggandakan keunggulan di menit ke-45. Skor 2-0, Como di atas angin.

Namun, petaka datang di momen paling krusial.

Di masa injury time babak pertama, Marcus Thuram mencetak gol yang mengubah segalanya. Skor menjadi 2-1, dan momentum Como runtuh seketika.

Memasuki babak kedua, Inter tampil beringas.

Baru empat menit berjalan, Thuram kembali menghantam. Skor imbang 2-2 di menit ke-49. Como goyah. Inter mencium darah.

Serangan balik cepat menjadi senjata mematikan. Denzel Dumfries membawa Inter berbalik unggul di menit ke-58. Tak berhenti di situ, Dumfries kembali mencetak gol keduanya di menit ke-72. Skor berubah menjadi 2-4. Como seperti dipukul telak di rumah sendiri.

Tuan rumah mencoba bangkit. Serangan bertubi-tubi dilancarkan. Harapan sempat hidup saat Lucas Da Cunha memperkecil skor lewat penalti di menit ke-89.

Namun waktu tak berpihak.

Peluit panjang berbunyi. Skor 3-4 bertahan. Como tumbang.

Kekalahan ini jadi pukulan keras bagi ambisi Como menembus zona Liga Champions. Mereka kini tertahan di peringkat kelima dengan 58 poin, dan mulai diintai ketat oleh AS Roma yang hanya terpaut satu angka.

Di sisi lain, kemenangan dramatis ini semakin mengukuhkan dominasi Inter di puncak klasemen dengan 75 poin, sekaligus menjauh dari tekanan Napoli. (cis/cis)