Ketua MK, Anwar Usman saat membuka diklat Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara Bagi Wartawan Se Indonesia, Senin (22/4/19).

sergap.id, CISARUA – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Dr. Anwar Usman, SH. MH, meminta wartawan tidak membuat berita provokatif yang merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Peran media sangat vital. Saya minta rekan-rekan media jangan membuat berita yang bersifat provokatif, karena itu bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” pinta Anwar saat membuka kegiatan diklat Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara Bagi Wartawan Se Indonesia, kerjasama MK dan Dewan Pers di Gedung Pancasila dan Konstitusi, MK, di Jln. Raya Puncak No. 83 Tugu Sel, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Senin (22/4/19).

Anwar juga mengapresiasi kedatangan 118 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti diklat Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara di Bogor.

“Kalian datang kesini dengan satu tujuan yang mulia. Di tempat ini kita bisa saling berbagi. Banyak hal yang akan kita buat bagi bangsa dan negara sesuai dengan profesi kita masing-masing. MK tidak bisa berjalan sendiri, karena itu MK butuh teman-teman media untuk mempublikasikan hal-hal positif, termasuk apa yang sudah di kerjakan oleh MK,” imbuhnya.

“Sebagai mitra kita harus saling mengingatkan. Sebagai lembaga kontrol, dalam pemberitaan, pers harus lebih mengutamakan profesionalisme. Apalagi saat ini kita sedang melakukan pesta demokrasi, yakin Pilpres dan Pileg serentak,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara pembukaan kegiatan diklat tersebut, antara lain Sekertaris Jendaral (Sekjen) MK, Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, SH, MH, Ketua Dewan Pers Indonesia Yoseph Adi Prasetyo dan Kapusdiklat Pancasila dan Konstitusi, Kurniasih Panti Rahayu, SE,MA.

Sebelumnya, Minggu, 21 April 2019, saat menerima kedatangan wartawan peserta diklat, Kapusdiklat Pancasila dan Konstitusi, Kurniasih Panti Rahayu, mengatakan, peran media yang profesional sangat dibutuhkan saat ini.

“Wartawan adalah bagian dari 4 pilar bangsa. Kalian adalah mitra yang mempunyai tugas berat. Kalian adalah pewarta yang handal dan profesional. MK sebagai sebuah Lembaga Negara tidak bisa berjalan sendiri. Karena bagaimana pun peran media sangat di perlukan,” katanya.

Kapusdiklat Pancasila dan Konstitusi, Kurniasih Panti Rahayu.

Menurut dia, wartawan adalah ujung tombak. Karena itu harus menulis berita yang akurat berdasarkan fakta.

“Kita hidup di era digital. Jangan membuat berita hoaks apalagi yang bersifat provokatif. Karena itu justru akan merugikan diri kita sendiri dan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya. (sherif goa)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.