sergap.id, PARIS – Paris Saint-Germain (PSG) menang, tapi nyaris dipermalukan di kandang sendiri. Bayern Munich hampir merampas segalanya dalam duel brutal leg pertama semifinal Liga Champions UEFA, Rabu (29/4/2026) dini hari WITA.

PSG sempat tampil seperti penguasa. Khvicha Kvaratskhelia (24’, 56’), João Neves (33’), dan dua gol Ousmane Dembélé (45+5’ penalti, 58’) membawa tuan rumah melesat jauh, seolah laga sudah dalam genggaman.

Namun Bayern menolak tunduk. Harry Kane membuka luka lebih dulu (17’ penalti), lalu Michael Olise (41’), Dayot Upamecano (65’), dan Luis Díaz (68’) mengguncang PSG hingga nyaris kolaps di depan publik sendiri.

Dari unggul nyaman, PSG berubah panik. Lini belakang goyah, ritme hilang, dan tekanan Bayern datang tanpa henti. Jika waktu sedikit lebih panjang, hasil bisa berbalik arah.

Data menguatkan ancaman itu. Bayern unggul penguasaan bola (54%), sementara PSG hanya 46%. Meski PSG lebih tajam dengan 14 tembakan ke gawang berbanding 10 milik Bayern, efektivitas itu nyaris tak berarti saat pertahanan rapuh.

Kemenangan ini bukan sinyal kekuatan, melainkan alarm bahaya.

PSG memang membawa keunggulan ke leg kedua, tetapi kebobolan empat gol di Paris adalah celah besar. Saat gantian bertandang ke markas Bayern pada 7 Mei 2026, satu kesalahan kecil bisa menjadi akhir segalanya. (cis/cis)