100 ekor sapi yang akan diberangkatkan ke Banjarmasin ditahan KP3 Marapokot, Jumat 22 September 2017.

sergap.id, MBAY- 100 ekor sapi yang hendak di antarpulaukan dari Pelabuhan Laut Marpokot Kabupaten Nagekeo tujuan Banjarmasin, Kalimantan Selatan ditahan oleh KP3 Marapokot.

Sapi-sapi tersebut, kini diamankan di Polsek Aesesa, Nagekeo.

“Untuk hari ini pemuatan kita pending. Karena setelah kita cek ada beberapa dokumen belum lengkap, salah satunya sampel darah. Tugas kita menegakkan aturan. Untuk sementara kita pending pemuatan sambil menunggu pihak pedagang melengkapi  semua dokumen resmi sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kapolres Ngada AKBP. Firman Affandi, SIK melalui KP3 Marapokot Briptu Daud kepada SERGAP.ID, Jumat (22/9/17).

Kasus penyelundupan ini terkuak berawal dari tersiarnya dugaan mafia pungli yang dilakukan pihak Karantina Marapokot terhadap para pedagang sapi antar pulau yang menggunakan jasa pelabuhan Marpokot.

Awalnya Abdul Asis Ratang, warga Mbay, Nagekeo, menghadap Syukur Gasim, petugas Karantina Marapokot, untuk meminta agar ternaknya diambil sampel darah.

“Tetapi pak Syukur bilang dokter yang bertugas untuk mengambil sampel darah, saat ini lagi cuti,” ujar Ratang.

Anehnya, permintaan sampel darah yang diajukan oleh Direktur UD Harapan Kasih, Bernadus Dhalu, disangggupi oleh Gasim. “Ada apa ini,” sergah Ratang.

Karena sakit hati, Tarang pun mulai menyelidiki keabsahan sampel darah milik UD Harapan Kasih.

“Karena setahu saya, sampel darah untuk UD Harapan Kasih sudah di ambil dari dua bulan lalu dan hewannya sudah dikirim ke Balik Papan dan Banjarmasin. Setelah saya cek, ternyata benar Hewan yang akan di muat hari ini ke Banjarmasin itu sampel darahnya belum ada. Karena itu saya lapor Polisi,” papar Tarang.

100 ekor sapi yang akan diberangkatkan ke Banjarmasin ditahan KP3 Marapokot, Jumat 22 September 2017.

Kepada SERGAP.ID, Syukur Gasim, membenarkan bahwa sapi berjumlah 100 ekor yang akan dikirim ke Banjarrmasin tersebut belum diambil sampel darahnya.

“Kendala yang kita hadapi adalah tidak adanya tempat penampungan atau Instalansi Karantina Hewan (IKH). Ini yang menjadi kendala utama kita dalam mengidentifikasi jumlah hewan yang akan di antar pulaukan,” kata Gasim.

Gasim juga mengakui bahwa Tarang pernah menemui dirinya guna meminta pengambilan sampel darah. Namun karena dokter karantina sedang cuti, maka permintaan Tarang itu tidak bisa disanggupi.

“Terkait kejadian hari ini, saya akui, bahwa sapi sejumlah 100 ekor itu belum di ambil sampel darahnya,”  tegas Gasim.

Anehnya, Direktur UD. Harapan Kasih, Bernadus Dhalu, membantah jika hewan miliknya yang akan dikirim ke banjarmasin itu belum memiliki sampel darah.

“Saya heran kenapa pada saat saya mau muat selalu di buat seperti ini. Ada apa ini? Saya siap bertanggung jawab, asalkan ini berlaku untuk semua pengusaha, jangan hanya saya saja,” kata Bhalu. (Sherif Goa)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.