sergap.id, KUPANG – Mutu pendidikan di Kota Kupang ternyata masih jauh dari harapan. Tingkat Provinsi NTT saja, Kota Kupang masih berada di urutan ke 18.

“Mutu pendidikan kita masih terbelakang dibanding kabupaten-kabupaten lain, seperti Rote Ndao dan Sumba Barat Daya. Karena kita di urutan ke18,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Filmon Lulupoy di SMPN 4 Kupang, Jumat (19/10/19).

Filmon menyampaikan itu saat menyerahkan alat laboratorium komputer dan media pembelajaran lainnya untuk sejumlah sekolah di Kota Kupang.

Karena itu, Filmon berharap, alat dan media pembelajaran tersebut dapat digunakan oleh guru untuk mengembangkan kompetensi, kreatifitas dan inovatif dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

“Kita menyadari bahwa sekarang kualitas mutu pendidikan harus ditingkatkan, melihat perkembangan teknologi sekarang ini, semua harus bisa mengembangkan kreatifitas, inovasi dan lainnya untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya.

Dia meminta agar sekolah membuat pergerakan untuk memilah high class, middle dan low class.

Bila middle dan low masih terdapat banyak siswa yang memperoleh nilai dibawah 70, maka guru harus fokus untuk bisa menaikkan nilai mereka.

“Guru harus berusaha agar bisa menaikan capaian nilai siswa, meningkatkan minat dan bakat siswa untuk terus belajar,” pintanya.

Dia menjelaskan, kondisi Kota Kupang saat ini tengah masuk dalam musim ekstrem. Jika guru-guru tidak merancang atau membuat materi pembelajaran yang inovatif, maka siswa-siswi tidak mengikuti pelajaran dengan baik.

“Sekarang ini puncak musim kemarau, jadi tentu siswa-siswi gerah dan malas ikuti pelajaran. Mereka akan duduk dan mengantuk. Mengatasi hal ini, guru harus lebih aktif dan inovasi untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan di dalam kelas,” ucapnya.

Adapun kasus yang sering terjadi, lanjut dia, ada anak yang ke toilet dan tidak kembali lagi hingga mata pelajaran selesai. Jika demikian, maka guru harus membuat gambar, animasi yang bagus-bagus untuk menarik perhatian siswa ketika belajar.

“Pengembangan secara kreatif dan inovatif inilah yang harus dilakukan guru melalui alat yang diberikan ini,” ujar Filmon, berharap.

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Kupang, Hendrik Adu, mewakili beberapa sekolah penerima alat laboratorium, mengaku senang bisa menerima komputer dan media pembelajaran.

Alat ini, menurut dia, merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan.

“Kami berkomitmen akan memanfaatkan alat ini secara maksimal, yang pertama diperuntukan untuk UNBK pada April tahun mendatang. Karena tahun lalu kami masih melakukan ujian manual. Dengan bantuan ini kami bisa melakukan UNBK,” tegasnya.

“Bantuan ini merupakan salah satu upaya untuk menghadapi ujian nasional berbasis komputer tahun depan. Diupayakan agar Kota Kupang bisa 100 persen UNBK,” pungkasnya.

Selain SMPN 4, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang juga memberikan bantuan komputer dan infokus kepada SMPN 3, SMPN 6, SMPN 7 dan SMPN 12.

Penyerahan alat laboratorium komputer dan media pembelajaran diserahkan secara simbolis oleh Kepala Dinas Dikbud Kota Kupang, Filmon J. Lulupoy di SMPN 4 Kupang, Jumat (19/10.19).

Penyerahan juga bersamaan dengan Sosialisasi Penggunaan Alat IT untuk peningkatan mutu pendidikan jenjang SMP. (dev/dev)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.