Istri korban saat berada di ruang jenasah RSPP Betun, Rabu (21/3/18) malam.

sergap.id, NAEBONE – Gregorius Bria (50), warga Dusun Senion B, Desa Naebone, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka, tewas ditebas oleh Fransiskus Moruk, tetangganya sendiri, pada Rabu (21/3/18) sore.

Kisah tragis  ini bermula ketika dua minggu lalu seekor babi milik korban hilang. Korban lantas melapor polisi dan RT setempat.

Namun laporan korban baru ditindaklanjuti oleh Kapolsek Sasitamean pada hari Rabu (21/3/18) dengan mengirim anggota ke rumah korban untuk melakukan penyelidikan.

Ironisnya, ketika polisi sedang berdiri bersama istri korban, tiba-tiba pelaku datang sambil membawa sebilah parang dan langsung menyerang anggota polisi dan istri korban. Kontan saja keduanya lari menyelamatkan diri.

“Dua minggu yang lalu, suami saya melapor ke Polsek Sasitamean karena babi kami hilang. Akan tetapi hari ini polisi baru datang selidiki soal kehilangan babi itu. Suami saya langung memanggil pak Rt untuk mengurus masalah babi. Tiba-tibaFrans muncul dengan parang. Gagal membunuh saya, dia sempat menyerang polisi. Saya langsung melarikan diri mengikuti suami saya yang hendak memanggil pak Rt. Saat saya kembali ke rumah, suami saya sudah dibunuh,” papar Lusian Muti, istri korban, kepada SERGAP.

Setelah terbunuh, jasad korban di bawa ke RSPP Betun untuk dilakukan otopsi. Korban mengalami luka potong di leher dan pipi bagian kiri hingga gigi ayah empat anak itu bisa terlihat dari luar.

Kapolsek Sasitamean, Iptu Agusto Dearaujo, saat ditemui SERGAP di ruang jenasah RSPP Betun, Rabu (21/3/2018) malam, menjelaskan, setelah mendapat laporan soal kehilangan babi, anggota Polsek Sasitamean menuju rumah korban untuk melakukan penyelidikan.

Akan tetapi, ketika anggota baru tiba di rumah korban, pelaku langsung mengancam dan mengejar anggota dengan parang.

“Sehingga anggota saya lari menuju Polsek mengambil senjata. Setelah Anggota kembali ke TKP, pelaku sudah membunuh korban di depan pintu pagar rumah milik korban,” kata Agusto.

Diduga pelaku sangat marah ketika mendengar informasi bahwa korban menuding dirinya sebagai pencuri babi.

Korban dan pelaku adalah keluarga dekat, karena keduanya memiliki istri kakak beradik kandung.

Hingga kini pelaku masih dalam pengejaran polisi. (sel/sel)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.