sergap.id, ATAMBUA – GubernurNTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata yang ada di kabupaten/kota di NTT, termasuk wisata padang rumput Fulan Fehan (FF) di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu.

“Fulan Fehan sangat menarik, tetapi wisatawan yang datang kesana pasti kecewa. Karena WC (toilet) saja tidak ada,” ucap VBL saat bertatap muka dengan Wakil Bupati Belu Ose Luan, Camat, Lurah, Kepala Desa, tenaga medis dan para guru se Kabupaten Belu di gedung Graha Kirani, Atambua, Belu, Selasa (11/02/2020).

Ketiadaan toilet di kawasan wisata yang kini tengah ramai dikunjungi wisatawan dari luar Belu itu dirasakan sendiri oleh VBL saat mengunjungi FF pada Senin (10/2/20) pagi.

“Tidak bagus. Disana toilet tidak ada. Karena itu perlu disiapkan dengan baik. Agar wisatawan nyaman saat berkunjung,” kata VBL.

VBL berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu segera melengkapi kekurangan yang ada di FF, termasuk menghadirkan dan menata keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL), resto-resto kecil yang dilengkapi toilet standar minimal.

“Sehingga orang (wisatawan) betul-betul diberikan pelayanan yang baik,” ucapnya.

VBL menyampaikan, Pemprov NTT siap mendukung pengembangan pariwisata FF, asal Pemkab Belu menyiapkan grand design pengembangan FF secara komprehensif.

Jika ditata dan dikelola dengan baik, VBL memperkirakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Belu akan mencapai Rp 10 miliar per tahun.

VBL tak ingin Pemkab Belu gelontorkan dana miliran untuk tata FF, tapi tak ada hasil yang didapat.

“Harus ada dampak ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

GubernurNTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat mengunjungi Fulan Fehan pada Senin (10/2/20).

Agar bisa menghasilkan PAD sebesar Rp 10 miliar dari FF, VBL meminta Pemkab Belu merubah cara kerja. Caranya, Pemkab Belu melalui Dinas Pariwisatanya harus bisa membuat grand design pengembangan obyek wisata FF dengan menggunakan formula 5A, yakni Amenity, Accessibility, Accommodation, Attraction dan Activity.

  1. Amenity, Pemkab Belu perlu menyiapkan restoran atau warung tempat menjual makanan dan minuman khas Belu agar pengunjung bisa membeli. Selain itu, fasilitas kamar mandi yang dilengkapi dengan toilet mutlak disiapkan.
  2. Dinas terkait harus bekerja kolaboratif untuk menciptakan kemudahan akses ke FF. Kemudahan akses yang dimaksud tidak hanya sebatas pada jalan raya, tetapi perlu disiapkan alat transportasi seperti bus yang memadai, sehingga ketika tamu mendarat di Bandara Haliwen, sudah ada armada yang siap mengangkut turis menuju FF.
  3. Accomodation, di sekitar padang FF harus disiapkan tempat penginapan seperti pondok/cotage atau bangunan vila-vila kecil khas Belu. Sehingga apabila ada wisatawan yang ingin menginap, wisatawan tidak harus kembali ke Atambua yang jaraknya jauh dan melelahkan. Jika tidak disiapkan, maka pengunjung yang kesana hanya untuk sekedar foto-foto dan tidak berdampak pada pengembangan pariwisata, termasuk ekonomi masyarakat sekitar.
  4. Attraction, di atas padang FF harus ada atraksi unik yang dilakukan secara rutin, misalnya atraksi tunggang kuda, fashion show tenun kas Belu, dan kegiatan atraksi lainnya yang dapat memikat wisatawan.
  5. Activity, FF harus bisa menjadi obyek wisata yang menghasilkan uang, harus ada aktivitas yang didesign agar pengunjung tidak hanya menghabiskan waktu untuk memandang kabut saat berada di atas padang FF.

VBL menegaskan, saat ini FF belum bisa dikatakan sebagai tempat wisata premium, karena belum memiliki grand design 5A.

“Pariwisata mesti menjadi prime mover. Karena itu, 5A harus benar-benar diterapkan, dan paket pariwisata Fulan Fehan harus dinarasikan secara baik dan indah,” pintanya. (sel/sel)

1 COMMENT

  1. Benar Pak Gub. Kalau bisa Dinas Pariwisata Kab. Belu bekerjasama dgn pihak swasta. Karena birokrasi yg kadang rumit sehingga sulit utk mengimplementasikan program 5A tsb. Tp jika di percayakan kpd pihak swasta, sy yakin program 5A akan terealisasikan dgn mudah. Bnyk investor yg mau jika Dinas Pariwisata Kab. Belu siap bekerjasama dgn investor.

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.