Pramutamu Kantor Gubernur NTT sedang periksa suhu badan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Senin (16/3/20).
Pramutamu Kantor Gubernur NTT sedang periksa suhu badan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Senin (16/3/20).

sergap.id, KUPANG – Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat, memprotes penggunaan kalimat atas nama bangsa Indonesia yang diucapkan Ketua DPR RI, Puan Maharani, saat berpidato dan meyampaikan ikrar peringatan hari kesaktian pancasila dalam upacara hari kesaktian pancasila, 1 Oktober 2021.

Menurut Viktor yang juga mengikuti upacara hari kesaktian pancasila secara virtual, kalimat atau narasi atas nama bangsa Indonesia yang diucapkan Puan Maharani di penghujung ikrar sangat tidak tepat, dan merupakan sebuah peristiwa sejarah yang keliru dan perlu diluruskan, sebab kalimat tersebut hanya boleh diucapkan atau dibacakan oleh Presiden atau Wakil Presiden.

“Atas nama bangsa tidak boleh ada pihak lain, selalu harus presiden dan (atau) wakil presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara”, ujar Viktor seperti dikutip SERGAP dari chanel youtube Kompas TV.

Upacara peringatan hari kesaktian pancasila 1 Oktober dipimpin Presiden Joko Widodo serta dihadiri Wakil Presiden, Ma’ruf Amin yang berlangsung di Lubang Buaya, Jakarta.

Dalam upacara itu ketua DPR RI, Puan Maharani membacakan ikrar setia kepada pancasila. (pel/ktv)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here