Wilfridus Samdirgawijaya saat menerima piala bergilir Pesparani dari Presiden Joko Widodo yang di serahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Johana Yambise.
Wilfridus Samdirgawijaya saat menerima piala bergilir Pesparani dari Presiden Joko Widodo yang di serahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Johana Yambise.

sergap.id, PESPARANI – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) bersiap menyongsong Pesta Paduan Suara Gerejani 2020.

Jelang Pesparani II yang akan digelar di Kupang, NTT 2020 mendatang, LP3KD Kalimantan Timur (Kaltim) terus melakukan persiapan demi mempertahankan gelar juara.

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk membangun gairah pengurus Kabupaten/Kota di Kaltim selama 3 hari mulai 4-6 September 2019 lalu di Aula Kampus STKPK Bina Insan, Samarinda, Kaltim.

Dalam Musda itu, turut dibahas Hasil Pesparani Ambon, hasil Munas, persiapan Pesparani II di Kupang 2020, serta pembagian tim di Kabupaten /Kota.

Ketua LP3KD Kaltim, Wilfridus Samdirgawijaya, mengatakan, pihaknya terus mencari bakat dan talenta untuk tampil di Pesparani Kupang.

“Waktunya tidak lama lagi,” kata Wilfridus Samdirgawijaya.

Menurut dia, LP3KD didasari solidnya 3 pilar penopang, yaitu pemerintah, hierarki, dan awam.

“Harus sinkron menjadi satu di lembaga, artinya lembaga ini terdiri dari orang-orang serta dukungan dari pemerintah hierarki, dan awam,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kontingen Pesparani Kaltim merupakan juara umum pada edisi 2018 di Ambon.

Kala itu, kontingen Pesparani Kaltim sukses menjadi juara umum usai meraih poin tertinggi 299.

Kontingen Pesparani Kaltim mendapatkan 7 medali emas dari lomba Mazmur anak, Mazmur dewasa, Paduan Suara anak, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Dewasa Pria, Paduan Suara Gregorian dewasa, dan Cerdas cermat remaja.

Guna mempertahankan prestasi itu, Wilfridus Samdirgawijaya mengingatkan pengurus Kabupaten/Kota segera bergerak mandiri untuk melakukan seleksi dan persiapan.

“Termasuk mencari dana dan dukungan dari Pemkab atau Pemkot masing-masing. Kami LP3KD Provinsi juga siap bertanggungjawab untuk kontingen,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik di Kupang dapat berjalan sukses dan lancar.

“Kita berharap kegiatan akbar ini dapat berjalan tanpa hambatan,” ucap Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Doris A. Rihi.

Kota Kupang terpilih sebagai tuan rumah Pesparani ke-2 yang akan digelar pada Oktober 2020 mendatang.

“LP3KN dan Pesparani dibentuk atas inisiasi dan Keputusan Menteri Agama 2017. Oleh karenanya, tentu negara dalam hal ini Kemenag harus mengambil peran yang besar dalam pelaksanaan Pesparani,” ujar Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Nasional (LP3KN), Adrianus Eliasta Meliala saat bertemu Menteri Agama (Menag), Fachrul Rozi, di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (2/1/20) lalu.

Rombongan LP3KN saat bertemu Menag.
Rombongan LP3KN saat bertemu Menag.

Menag menyambut baik rencana penyelenggaraan Pesparani II tahun 2020 dan memastikan akan mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Pemerintah dukung,” tegasnya.

Pesparani 1 atau pertama dilaksanakan di Ambon, Maluku, pada 26 Oktober hingga 2 November 2018. Ajang ini diikuti sekitar 8.000 peserta dari 34 provinsi di Indonesia. (max/max)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.