Mbari dan penyataannya di WhatsApp.

sergap.id, TUBAN – Penipuan melalui situs jual beli di internet marak terjadi di Indonesia. Para pelaku berupaya meyakinkan calon korbannya dengan sejuta cara dan tipu muslihat.

Beberapa hari lalu penipuan kembali terjadi. Kali ini menimpa Mbari asal Tuban, Jawa Timur.

Berikuit pengakuan Mbari kepada SERGAP via WhatsApp, Kamis (21/2/19):

Penipu menjual hp Iphone 6s plus terus lanjut ke WA. Saya beli barangnya, nah kita deal. Sebagai bukti, penjual mengirimi saya KTM, KK dan KTP. Penjual juga minta KK dan KTP saya, saya kasi.

Dan, kemudian si penjual marah-marah suruh saya cepet transfer ke BRI di nomor rekening 0958-0101-2659-531 atas nama  ADRIAN SYAH ARISTA (pria yang diduga sebagai pelaku penipuan), dan langsung saya transfer.

Sesudah itu saya dikasi nomor resi pengiriman, dan saya minta nomor kurirnya, tapi tidak dikasi.

Setelah saya transfer, dia malah slow respon, malah responnya sedikit-sedikit, kayak gak peduli dengan saya sebagai pembeli. Kan saya juga butuh kepastian. Nah mulai dari itu saya takut, nih orang nipu apa nggak?

Walaupun dia sudah kirim biodatanya, tapi kan saya juga tetap takut karena ini belanja online dan tidak melalui rekening bersama.

Lalu si penjual saya chattt, trus gak di balas-balas. Dia cuma baca saja dan kemudian saya di blokir.

Nah dari itu saya mulai takut. Saya menyimpulkan kalau memang barang nya sudah dikirim, kok malah dia blokir WA saya. Trus di hubungi juga gak bisa.

Lalu ada nomor tak dikenal mengaku sebagai petugas bea cukai Bandara Ahmad Yani Semarang, tapi itu barangnya kan dari Temanggung, Jawa Tengah, dikirim ke Tuban, masa harus kena bea cukai?

Dia suruh saya transfer ke rek pribadinya, tapi saya gak mau. Saya bantah trus, lalu saya di blokir dari WA oleh si pelaku yang mengaku sebagai petugas bea cukai tersebut.

Bukti transfer ke rekening ADRIAN SYAH ARISTA.

Setelah saya selidiki, saya menemukan nomor HP dan nama yang ada di KTP (yang dipakai pelaku untuk meyakinkan korban). Ternyata dia juga korban penipuan dengan menggunakan datanya.

Nah saya takutnya juga kayak gitu, nanti data KTP dan KK saya digunakan untuk menipu dengan mengatasnamakan saya.

Uang saya ikhlaskan, tapi foto copy KTP dan KK saya, takut disalahgunakan.

Dia (pelaku) juga menggunakan nomor resi JNT palsu dan web JNT palsu.

Berikut nomor yang digunakan pelaku untuk menipu saya, ada 6:

  1. 085244410687, operator Telkomsel, HLR: Jayapura, Indonesia.
  2. 085243193584, operatorTelkomsel, HLR: Ambon, Indonesia.
  3. 081248336040, Operator Telkomsel, HLR: Manokwari, Indonesia
  4. 082321702345, Operator Telkomsel, HLR: Cirebon, Indonesia.
  5. 082191300842, Operator Telkomsel, HLR: Makasar, Indonesia.
  6. 087817186806, Operator XL Axiata, HLR : Kotabaru, Indonesia.

Selain Mbari asal Tuban, penipu juga menggunakan KTP, KK dan KTM korban lainnya, yakni Aflah asal Temanggung.

“Penipu ini licik sekali, dia menipu mengatasnamakan orang lain, menggunakan KTP, KK korbannya. Pokoknya kalau ada orang jual online menggunakan data KTP, KK orang lain, dia adalah penipu,” tutup Mbari. (r/r)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.