Gedung Puskesmas Besikama sedang dikerjakan. Foto diambil tanggal 13 Februari 2018.

sergap.id, BETUN – Tahun 2017 lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi bantuan 5 unit Puskesmas berstandar nasional di Kabupaten Malaka, yakni Puskesmas Namfalus, Alas, Weoe, Besikama dan Buiuduk Foho.

Namun proyek senilai Rp 25,7 miliar yang dikerjakan PT Nafire sejak Oktober 2017 itu hingga kini belum kelar.

Wakil Ketua DPRD Malaka, Devi H. Ndolu, mengatakan, selain penyelsaian proyek tidak tepat waktu, mutu bangunannya juga diragukan.

“Pembangunannya seperti bangun rumah pribadi saja, kerangkanya kurang bagus,” beber Devi kepada SERGAP.

Menurut Devi, sesuai kontrak, proyek Puskesmas tersebut mestinya selesai pada akhir Desember 2017.

“Puskesmas Alas, Puskesmas Besikama dan Puskesmas  Namfalus dengan konstruksi lantai dua. Sedangkan Puskesmas Weoe dan Buiuduk Foho konstruksinya lantai satu.  Sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Pagu anggaran untuk gedung lantai dua Rp 5 miliar lebih. Sedangkan yang lantai satu pagunya Rp 4 miliar lebih,” papar Devi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, Pascalia Frida Fahik, mengakui pengerjaan lima Puskesmas itu tidak tepat waktu. Karena itu, pihaknya telah memberikan addendum dan denda keterlambatan sesuai aturan yang berlaku.

“Saya tidak tahu alasan terlambat. Silakan tanya sendiri ke rekanan yang bersangkutan. Silakan cek sendiri seperti apa progresnya,” pintanya.

Gedung Puskesmas Weo (satu lantai) di Rinhat, Malaka. Foto di ambil tanggal 13 Februari 2018.

Mega proyek di wilayah perbatasan Indonesia – Timor Leste itu, sejauh ini masih dalam pengerjaan setelah PT Nafire mendapat perpanjangan waktu pengerjaan 90 hari kelender.

PT Nafire sendiri telah memastikan proyek tersebut akan selesai pada Maret 2018.

Engineer PT Naviri Multi Konstruksi, Elias, menjelaskan, fisik proyek Puskesmas sejauh ini telah mencapai 67 hingga 80 persen, dengan rincian Puskesmas Alas 70 persen, Puskesmas Besikama 75 persen, Puskesmas Namfalus 67 persen dan Puskesmas Weoe 80 persen.

“Kita diberi waktu sampai akhir Maret. Saya yakin pastinya rampung akhir Maret. Sekarang tinggal pembersihan dan finishing,” katanya. (sel/sel)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.