"BU Menteri, saya mohon maaf kalau sikap dan tutur saya salah," ujar Amon Djobo.

sergap.id, KUPANG – Kericuhan bisa datang kapan saja. Bahkan dari hal yang tidak kita sadari. Dan, yang paling mudah terjadi yakni lewat tutur kata yang bisa berujung masalah. Seperti yang dialami Bupati Kabupaten Alor, Amon Djobo.

Ya karena tutur katanya yang kurang etis terhadap Menteri Sosial, Tri Rismaharini atau Bu Risma, PDIP akhirnya mencabut dukungan terhadap dirinya. Bahkan PDIP mendorong agar Amon Djobo diproses secara hukum.

“Perilaku mempertontonkan kebrutalan temperamen dan emosi yang tidak terkendali ini perlu menjadi perhatian semua pihak, agar sang bupati pengumbar caci maki brutal ini memperoleh sanksi hukum maupun politik agar tidak mengulangi perilaku brutalnya,” ujar Anggota DPR RI asal PDIP, Andreas Hugo Pareira kepada wartawan, Rabu (2/6/2021).

Informasi yang dihimpun SERGAP menyebutkan, jauh sebelum video tentang Amon marah-marah  hingga mengeluarkan kata makian dan mengancam akan menganiaya staf Kementerian Sosial viral di media sosial, Amon telah meminta maaf secara langsung kepada Bu Risma, ketika Bu Risma berkunjung ke Desa Kaleb, Kecamatan Pantar Timur, Alor pada 4 Mei 2021.

Saat itu Bu Risma sempat tersinggung setelah mendapat laporan dari stafnya, namun karena Amon sudah meminta maaf, Bu Risma pun berusaha melupakan.

“BU Menteri, saya mohon maaf kalau sikap dan tutur saya salah,” ujar Amon saat itu.

Namun masalah ini kembali bikin gaduh ketika video berdurasi 3,9 menit itu diunggah ke media sosial pada Selasa (1/6/21).

Video tersebut di rekam di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Alor pada tanggal 6 April 2021 atau dua hari setelah badai Seroja melulutantakan sebagian wilayah NTT. (pel/pel)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here