Cinta tulus akan selalu sampai akhir, bukan hanya diawal lalu pergi meninggalkan luka
Cinta tulus akan selalu sampai akhir, bukan hanya diawal lalu pergi meninggalkan luka.

sergap.id, CINTA – Hubungan yang dibangun dengan rasa cinta dan kasih pasti berharap dapat diakhiri dengan pernikahan. Happy ending merupakan kata yang tepat untuk mewakili harapan para insan muda-mudi.

Hubungan yang baik tidak hanya mengandalkan fisik semata, tapi ada cinta yang tulus yang datangnya dari hati, perbedaan dan perubahan apapun yang dimiliki oleh setiap pasangan bukanlah alasan untuk berhenti mencintai.

Cinta yang tulus adalah cinta yang akan selalu menerima setiap kekurangan dan menjadikan setiap kekurangan tersebut menjadi sebuah kelebihan yang dimiliki.

Lalu, bagaimana jika cinta hanya ucapan semata? Dia bilang cinta tapi cinta itu hilang ketika kita berubah menjadi sedikit cuek karena bertambahnya beban pekerjaan dan berat badan.

Hal-hal seperti inilah yang biasanya sangat sulit diterima oleh pria yang mengaku cinta tapi tidak mampu memperjuangkan wanitanya sampai tahap puncak kebahagiaan. Dulu mereka berjanji sehidup semati tapi keadaan seakan merubah semuanya.

Korban diputusin biasanya jadi pihak yang mau tidak mau harus nerima, inilah salah satu keuntungan jadi pihak yang diputusin yaitu terhindar dari rasa bersalah dan penyesalan seumur hidup, alasannya adalah kita jadi pihak yang istilahnya terzolimi, terlepas dari masalah apapun yang membuat pasangan kamu minta putus, tetap saja masalah yang sebenarnya ada di pihak yang memutuskan.

Kamu harus sadar bahwa setiap manusia pasti punya kesalahan apalagi dalam hubungan, hal-hal seperti itu sebenarnya dapat dibicarakan baik-baik tanpa harus diselesaikan dengan kata putus. Kamu juga akan terhindar dari rasa penyesalan karena telah memutuskan atau meninggalkan orang yang kamu cintai, ketika pasanganmu memilih untuk mengakhiri hubungan itu artinya dia sudah siap hidup tanpa kamu disisinya.

Bangkit dari setiap masalah tidaklah mudah apalagi menyangkut soal hati, di situlah kamu belajar bahwa kehidupan di dunia ini tidak hanya sekedar tawa dan canda semata, tangisan yang menyesakan dada pasti akan kamu rasakan.

Dari setiap kejadian yang kamu alami bersama pasanganmu, saat itu pasti banyak sekali kenangan manis dan indah yang kalian rasakan. Kamu akan selalu ingat seberapa sering dia mengucapkan kata I LOVE YOU dari mulai pagi, siang, sore dan malam.

Kamu juga tidak akan pernah melupakan seberapa besar perjuangan dia untuk bisa menjemputmu ditengah kesibukannya atau seberapa baik dan sopannya dia saat menghadapi kedua orangtuamu.

Pasti masih banyak kenangan indah yang pernah kamu rajut bersamanya, tapi itu hanya masa lalu, segala kebaikan dan perjuangannya hancur dengan akhir kata putus yang keluar dari mulutnya tanpa alasan yang jelas. Sampai pada akhirnya kamu mengetahui dia sudah memiliki kekasih baru disaat luka hatimu masih menganga, mana cinta yang dulu pernah dia ucapkan?

“Cinta tulus akan selalu sampai akhir, bukan hanya diawal lalu pergi meninggalkan luka”.

Hubungan asmara yang harus diakhiri itu sangat menyedihkan! Terlebih ketika ingin mengucapkan kata putus.

Sebisa mungkin masing-masing orang ingin memutuskan asmaranya dengan cara baik-baik, yang dapat diterima oleh pasangannya. Namun, putus tetaplah putus, yang akan menyisakan luka dan kecewa, baik sedikit maupun banyak.

Ya, putus memiliki etiketnya sendiri. Dan menurut survei yang dilakukan oleh CINTAKU, sebuah situs remaja, pria lebih banyak mengikuti etiket putus ini dibanding wanita. Sebanyak 60 persen pria mengakhiri hubungannya dengan bertemu dan berbicara secara langsung atau lewat telepon. Sedangkan wanita, 55 persen mengakhiri hubungan mereka lewat sms, facebook, twitter, bahkan email.

Dari survei tersebut diketahui kalau sebanyak 94 persen pria ingin segera move on pasca putus dengan menghapus nomor telepon mantannya dalam waktu sebulan. Hanya 6 persen yang masih menyimpan kontak mantan dengan harapan mungkin suatu saat mereka bisa kembali bersama.

Sedangkan wanita lebih memilih sosial media sebagai tempat meluapkan rasa sakit hati dan kekesalan pasca putus. Rata-rata wanita langsung berhenti berteman dengan akun mantannya dan menghapus foto-foto yang menunjukkan kemesraan hubungannya dulu. Sementara hanya sedikit pria yang mau melakukan hal serupa.

Terungkap juga, baik pria maupun wanita setuju ingin secepatnya memulai hari baru setelah putus. Banyak dari responden survei tersebut mengaku baru bisa memulai kehidupan baru setelah mengetahui mantannya tidak lagi mengintai mereka lewat akun sosial media.

Penelitian yang cukup mengejutkan juga adalah 95 persen wanita lebih sering dan lebih cepat memutuskan pacarnya ketika ada masalah dalam hubungan cinta mereka. Sementara 5 persen lainnya masih berpikir panjang dengan menimbang ini itu.

“Sok tegar, sok kuat, padahal hatinya tersakiti. Ya itulah cewek, kalau udah sayang dia rela menjadi seseorang yang kuat”.

Survei lain menyebutkan 73 persen pria merasa baik-baik saja saat diputusin ceweknya. Padahal disaat yang sama mereka merasa sebagai laki-laki yang ‘tidak bertenaga’, namun harus terus menampilkan ketegaran. Selebihnya akan ‘menangis’ tak berujung.

Jika cinta itu tak kembali, sebagian laki akan merasa hebat karena pernah memacari mantan ceweknya. Namun saat itulah kelemahan lakinya kelihatan. Mentalnya masih bocah, tapi sok hebat! So…., jangan sok hebat!

“Jangan pernah menyakiti perasaan seseorang, karena karma sesungguhnya masih terus berlaku”. (elsy/elsy)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.