Elisabeth Bte Thomas, M.Pd, Pembina Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Wilayah NTT.

sergap.id, KUPANG – Psikolog Terapan jebolan Universitas Indonesia, Yuni Widiastuti, M. Psi, T mengingatkan orang tua agar selalu mengawasi anak saat anak bermain gadget, handphone atau games.

“Kalau tidak diawasi penggunaannya, maka anak akan menjadi pribadi yang cenderung individualistik,”  ujar Yuni saat menjadi pemateri dalam workshop pelatihan bagi guru dan orang tua mainstream di Aula Gereja Paroki St. Maria Assumpta, Kota Baru, Kupang, Senin (20/11/17).

Yuni menjelaskan, pendidikan anak usia dini perlu diperhatikan secara maksimal, karena anak belajar dari lingkungannya. Yang terjadi di sekitarnya akan berdampak pada tumbuh kembangnya anak.

Anak – anak perlu dididik secara total sehingga anak dapat bertumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, demokratis, dan berbudi luhur.

Ketika anak melakukan kesalahan, hendaklah jangan dibentak-bentak hingga anak menangis karena takut. Anak-anak perlu bermain dalam belajar dan proses pendidikan pun dapat dilakukan dengan bermain supaya apa yang dipelajarinya menyenangkan.

Media sederhana di sekitar dapat digunakan untuk bermain. Itu dapat dijelaskan tentang kegunaan, dan fungsinya.

Pembina Ikatan Mahasiswa Luar Sekolah Undana Kupang, Elisabeth Bte Thomas, M.Pd, mengatakan, prinsip pendidikan anak usia dini adalah bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain, sehingga objeknya dapat menyenangkan bagi anak.

Menurut Elisabeth, orang tua dan guru mainstream adalah guru dan orang tua yang dapat membuat anak merasa senang dalam proses kegiatan belajar.

Sebagai contoh; kalau matematika dan fisika dirasa rumit, maka guru perlu membuat satu metode menyenangkan. Orang tua juga jangan hanya membiarkan anak belajar di sekolah. Proses belajar tidak saja monoton di kelas, tetapi dapat digunakan kegiatan bermain.

Guru PAUD TK Barunawati, Kota Kupang,  Asti Taneu, mengaku senang bisa mengikuti workshop hasil kerjasama Ikatan Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah Wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (IMADIKLUS) dengan Program Studi Pendidikan Luar Sekolah dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana Kupang yang digelar di Aula Gereja Maria Assumpta itu.

Asti berharap workshop yang sama dapat dilakukan lagi agar para guru dapat memperoleh metode baru dalam mendidik anak usia dini.

“Masyarakat belum paham tentang anak usia dini, jadi saya pikir bisa dilakukan melibatkan banyak orang supaya pendidikan anak usia dini dapat berjalan dan mencapai sasaran, serta anak-anak NTT bisa bertumbuh secara baik dan berkualitas,” ujar Asti, berharap.

Peserta workshop dan pelatihan bagi guru dan orang tua mainstream di Aula Gereja Paroki St. Maria Assumpta, Kota Baru, Kupang, Senin (20/11/17).

Kepala Program Studi Pendidikan Guru PAUD Undana Kupang, Kristin Margiani, mengatakan, di workshop berikut, pihaknya akan menyertakan pemerintah, para guru PAUD dan orang tua yang lebih banyak.

Workshop kali dihadiri Kepala Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Abdul Syukur M.Pd, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Kristin Margiani, S. Psi, M. Psi, para dosen guru PAUD se kota Kupang, para orang tua, mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Sekolah dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Undana Kupang, serta para pemerhati anak usia dini dari Rumah Mainstream Jakarta. (fwl/fwl)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.