Eduardus Nahak, SH
Eduardus Nahak, SH

sergap.id, ATB – Sidang kasus politik uang Pilkada Malaka dengan terdakwa Yohanes Bria Seran alias Bei Ulu akan berakhir besok, Kamis (7/1/21).

Agenda sidang di PN Atambua yang dipimpin Hakim Ketua, Gustav Bless Kupa, SH, pada Kamis besok itu  adalah putusan atau vonis.

Dalam sidang selama 20 menit dengan agenda penyampaian nota pembelaan pada Rabu (6/1/21) sore, Bei Ulu melalui Eduardus Nahak, SH, kuasa hukumnya, tidak membaca pleidoi pembelaan, namun hanya menyerahkan nota pembelaan kepada Hakim.

Bei Ulu yang ditemani penasehat hukumnya tampak tenang dan bersemangat.

Saat keluar dari ruang sidang pun Bei Ulu tampak tegar menghadapi ancaman 3 tahun penjara dan denda Rp 250 juta sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jhon Merdiosman Purba, SH.

Usai sidang, kepada SERGAP, Eduardus Nahak, berharap agar Hakim memutuskan perkara dengan seadil-adilnya.

“Saya rasa sebagai JPU, tentu saja menuntut.  Menutut berapa tahun pun itu tugas dan haknya JPU. Jadi itu wajar, karena itu profesinya. Tentunya akan dilihat juga materi pledoi dari terdakwa, bagaimanapu itu tugas profesi,” ujarnya, singkat.

Sidang terakhir besok akan digelar pada pukul 13.00 Wita. (sb/sb)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here