Rumah milik korban di Desa Tadho, Riung Ngada.
Rumah milik korban di Desa Tadho, Riung Ngada.

sergap.id, BEKEK – Kadir Polus Saing, 55 tahun, warga RT 06 RW 03 Kampung Bajo, Desa Tadho, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, terkena serangan jantung setelah mendengar anaknya dikeroyok oleh sejumlah pemuda di Kampung Wewolasi, Desa Lengkosambi Barat, Kecamatan Riung.

Almarhum yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan itu meninggal dunia pada tanggal 12 Desember 2021.

Awalnya, Sardianto (25 Tahun), putra sulung Almarhum ditugaskan mengikuti acara keluarga di Kampung Nanganumba, Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada tanggal 13 November 2021.

“Sebelum berangkat saya pesan, sampai di Nggolonio, tolong beritahu di To’a (bapak besar) bahwa Bapa dengan Mama tidak bisa hadir. Bilang saja saya (Sardianto) yang mewakili. Saya juga pesan jangan minum (miras), kalau rasa bagaimana tidur saja di Nggolonio. Saat itu Sardianto bilang, Mama tidak usah ragu, karena ini acara di keluarga punya rumah. Akhirnya mereka dua berangkat menggunakan sepeda motor”, beber Saripa Masi, 45 tahun, istri almarhum, kepada SERGAP, Minggu (30/1/22).

Usai acara, sekitar pukul 02.30 dini hari, Sardianto bersama Hendra, pamit pulang. Dalam perjalanan mereka dicegat dan dikeroyok oleh sekelompok pemuda di Wewolaci.

Kasus pegeroyokan ini terjadi sekitar pukul tiga pagi.

“Saya kaget, pagi hari tanggal 14 Nopember 2021, saya diberitahu bahwa anak saya masuk Puskesmas di Lengkosambi. Awalnya saya tidak percaya, karena anak saya saat keluar dari rumah dalam kondisi sehat. Saya kemudian berpikir, mungkin dia dan Hendra jatuh motor. Tak lama kemudian Sardianto tiba di rumah. Sardianto lalu cerita bahwa dia dikeroyok oleh sejumlah pemuda di Wewolasi hingga pingsan dan sempat dirawat di Puskesmas Lengkosambi”, papar Saripa.

“Mendengar itu, bapaknya langsung pingsan tak sadarkan diri. Saya panik, mana pikir anak, mana pikir bapaknya yang tiba- tiba pingsan. Bapaknya sempat dirawat beberapa minggu dan meninggal pada tanggal 12 Desember 2021”, ucap Saripa sambil berlinangan air mata.

Menurut Saripa, kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Riung. Namun sampai saat ini belum ada penanganan yang terukur dari aparat kepolisian.

“Saya hanya minta keadilan, para pelaku harus dihukum sesuai perbuatan mereka”, pintanya.

Saripa Masi
Saripa Masi

Sementara itu Sardianto, mengatakan, ia dan Hendra tidak memiliki masalah dengan para pelaku sebelumnya.

“Saat pulang dari tempat acara, ada sekelompok pemuda lagi minum Moke di Wewolasi. Sebangiannya duduk, sebagiannya palang jalan. Saya lalu turun minta ijin untuk lewat. Saya bilang, Om bisa buka jalan ko, kami mau lewat. Tetapi salah satu pemuda langsung pukul saya. Saya kemudian tanya, ini kenapa om? Tapi tidak jawab. Justru mereka beramai-ramai bangun dan keroyok saya. Saya tidak bisa melakukan perlawanan, karena jumlah mereka banyak”, beber Sardianto.

Karena mendapat serangan bertubi-tubi, Sardianto pun menghindar dan lari menuju ke salah satu rumah warga yang masih punya hubungan keluarga dengannya. Sementara para pelaku terus mengejarnya dan posisi mereka persis di belakang Sardianto.

Sardianto
Sardianto

“Dengan tenaga yang sisa, saya lari masuk ke rumah Om Apri, untuk minta perlindungan. Saya teriak minta tolong.  Mendengar teriakan saya, seisi rumah bangun dan buka pintu. Mereka tanya ada apa ini? Saya jawab, saya dikeroyok Om. Mendengar jawaban saya, Om Apri tanya mereka (para pelaku), ini ada apa? Mereka jawab, Om kami mau tolong itu anak tadi yang kena keroyok. Tiba-tiba salah seorang dari mereka tendang saya punya pelipis dan saya jatuh pingsan. Paginya ketika saya sadar, saya sudah berada di Puskesmas. Setelah mendapat perawatan, saya diperbolehkan pulang ke rumah oleh petugas Puskesmas. Saya sempat divisum oleh petugas di Puskesmas”, katanya.

“Kasus ini sudah saya laporkan ke Polsek Riung. Saya minta kasus ini diproses sampai tuntas. Karena  gara-gara saya dikeroyok, bapak saya sampai meninggal dunia”, pintanya.

Hingga berita ini diturunkan Kapolres Ngada maupun Kapolsek Riung belum berhasil dihubungi SERGAP. (sg/sg)

KOMENTAR ANDA?

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini