Kini aparat Polsek Loura sedang mendalami kasus. Sejumlah saksi telah diperiksa. Sedangkan kedua korban telah diambil oleh keluarga masing-masing untuk dikebumikan.

sergap.id, TAMBOLAKA – Dua warga Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), yakni Agustinus Tamo Bapa dan Yohanes Doa Bili ditemukan tewas setelah keduanya terlibat baku bunuh pada Minggu (9/4/17) malam, sekitar pukul 19.15 Wita.

Yohanes adalah warga Desa Piala Umbu, Kecamatan Kota Tambolaka. Sedangkan Agustinus merupakan warga Kecamatan Kodi. Agustinus ditemukan tergeletak tak bernyawa di dekat Hotel Newa, Tambolaka. Sementara Yohanes meninggal setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Karita Weetabula.

Aksi nekad saling bunuh itu terjadi karena Agustinus tak terima ditegur Yohanes saat dirinya sedang asyik pacaran dengan kekasihnya, yakni Paulina Kaka alias Lina di pondok milik Yohanes. Demikian disampaikan Kapolsek Loura, AKP Martin Koang didampingi Kanit Reskrim Polsek Loura, Aiptu Acmad Sidik, Senin (10/4/17) malam.

Martin menjelaskan, pihaknya mendapat telepon dari masyarakat sekitar pukul 20.00 Wita bahwa ada peristiwa baku bunuh di ujung aspal dekat Hotel Newa. Martin kemudian bersama anggotanya, anggota Danki Brimob dan Babinsa Piala Umbu turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sampai disana ternyata korban Yohanes telah dilarikan ke rumah sakit akibat menderita luka robek pada perut hingga usus terburai keluar.

Setelah melihat Yohanes di rumah sakit, Martin cs kembali ke TKP untuk mencari pelaku pembunuhan. Semula Martin cs menyangka tersangka bersembunyi di sekitar TKP. Namun tidak ketemu setelah dicari-kemana-mana.

Mereka lalu menelusuri hingga radius 100 meter ke arah utara dari TKP. Dan teryata benar, disana ada jasad Agustinus yang tergeletak tak bernyawa. Agustinus menderita luka tebasan parang di bagian belakang kepala dan di dahi. Kemungkinan dua luka  itu yang membuatnya tewas.

Berdasarkan hasil pemeriksa terhadap saksi, yakni Muhamad Agus salim alias Dedi dan  Yulius Loba , sahabat Yohanes, menyebutkan, ketiganya datang ke kebun jagung untuk memburu babi hutan  karena tanaman jagung milik Yohanes setiap malam dimakan babi hutan.

Sampai di kebun, Yohanes menyalakan senter ke arah pondoknya dan melihat ada orang sedang pacaran. Ia kemudian berteriak bertanya, siapa itu? Mendengar suara teriakan dan melihat ada nyala lampu senter, Agustinus lompat turun ke samping pondok hendak menuju ke arah senter. Namun ketika turun dari pondok, ia mendapati Dedi sudah dihadapannya. Agustinus lantas memburu Dedi hingga ke jalan aspal.

Dedi berhasil lolos dari kejaran dan Agustinus kembali ke pondok. Namun setibanya di pondok ia bertemu lagi dengan Yohanes hingga keduanya terlibat aksi saling bunuh yang kemudian membuat keduanya meninggal.

Kini aparat Polsek Loura sedang mendalami kasus. Sejumlah saksi telah diperiksa. Sedangkan kedua korban telah diambil oleh  keluarga masing-masing untuk dikebumikan. (Cis/PK)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.