Juru Bicara Gugus Tugas Percepatana Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatana Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si.

sergap.id, KUPANG – Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, Msi, mengatakan, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di seluruh NTT saat ini berjumlah 757 orang. OTG selesai dipantau 142 orang, dan dalam pantauan 615 orang.

Sementara Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 1707 orang. Selesai masa pemantauan 1474 orang, dan saat ini dalam pantauan 230 orang. Dari 230 orang ini, 207 orang sedang menjalankan karantina mandiri, 18 orang karantina terpusat, yang dirawat di Rumah Sakit 5 orang;  1 orang di RSUD Ben Boi Ruteng, 1 di RSUD Siloam Labuan Bajo, 2 di RSUD Umbu Rara Meha Sumba Timur, dan 1 di RSUD Lewoleba Lembata, yang meninggal 3 orang.

Sedangkan PDP berjumlah 68 orang. Dari 68 orang ini, 9 orang di rawat di rumah sakit; 1 orang di RSUD Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, 2 di RSUD Umbu Rara Meha Sumba Timur, 1 di RSUD Ben Boi Ruteng Manggarai, 2 di RSUD Lewoleba Lembata, 1 di RSUD TC Hilers Maumere, 1 di RSUD Kalabahi Alor, dan 1 di RSUD Borong Manggarai Timur. Yang dipantau di rumah 3 orang; 1 di Alor, 1 di Sumba Barat dan 1 di Lembata. Yang sudah sembuh sampai saat ini 45 orang, dan yang meninggal 11 orang.

Terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan tes swab berjumlah 47 orang. Dari 47 orang itu, 2 sembuh dan 1 meninggal dunia. Saat ini masih ada 44 dan dari 44 orang itu, 41 di rawat di Rumah Sakit dengan rincian 12 orang di RSUD Komodo Labuan Bajo Manggarai Barat, 8 orang di RSB Titus Uly Kupang, 1 di RSUD Dr. Hendrikus Fernandez Flores Timur, 1 RSUD Soe TTS, 1 di RSUD Aeramo Nagekeo, 1 di RSUD Ende, 12 di RSUD TC Hilers Maumere, 2 di RSUD Umbu Rara Meha Sumba Timur, dan 3 di RSUD Prof. Dr. WZ Yohanes Kupang. Yang karantina mandiri 1 orang di TTS, yang karantina terpusat 2 orang di Kabupaten Rote Ndao.

Sampel yang dikirim dari berbagai kabupaten/kota di NTT sebanyak 433 sampel, hasil lab negatif 246 sampel, hasil lab positif 51 sampel, yang belum ada hasil 136 sampel.

“Kita masih menunggu besok lusa hasil pemeriksaan sampel real time PCR,” ujar Marius kepada wartawan di Kupang, Jumat (15/5/20) malam.

Marius menghimbau kepada seluruh masyarakat NTT untuk memperhatikan orang-orang berstatus OTG, ODP, PDP, dan pasien yang sudah terkonfirmasi positif virus corona.

Marius mengungkap, OTG berada di hampir semua kabupaten kota di NTT, yakni 2 di Belu, 124 di Ende, 17 di Flores Timur, 48 di Kota Kupang, 3 di Kabupaten Kupang, 9 di Lembata, 1 di Malaka, 2 di di Manggarai, 194 di Manggarai Barat, 2 di Manggarai Timur tapi sudah selesai di pantau, Nagekeo 35 orang, Ngada 1 orang, Sikka 142 orang, Sumba Timur 7 orang, dan TTS 32 orang.

“Kalau kita melihat data ini, kita perlu mengontrol secara ketat, mengawasi, karena memang pengalaman kita yang terkonfirmasi positif sebelumnya adalah OTG. Dan di NTT masih sangat yang tersebar di semua kabupaten/ota di NTT,” katanya.

  • Transmisi Lokal

Marius juga berharap adanya kewaspadaan seluruh warga NTT, khusus di Kota Kupang. Sebab penularan virus corona sudah berlangsung secara lokal. Ada 3 orang yang terkonfirmasi positif virus corona di Kota Kupang yang disebabkan oleh penularan horizontal lokali.

“Perlu kami sampaikan bahwa ketiga saudara kita ini berasal dari Oepoi, Bakunase, dan Oesapa. Sengaja kita sampaikan secara terbuka supaya seluruh warga Kota Kupang bahwa saat ini transmisi lokal sudah berlangsung, supaya kita benar-benar waspada.  Ancaman ini sudah sangat dekat dengan kita, kita jangan terlalu panik karena ini fakta kehidupan yang harus kita terima. Yang kita lakukan adalah bagaimana menghadapi musuh yang sudah datang ini, bagaimana strategi kita untuk melawan musuh ini dengan mematuhi protokol kesehatan yang ada,” ucapnya, penuh harap.

Marius belum bisa memastikan bagaimana transmisi lokal di Kota Kupang bisa terjadi, apakah ketiganya pernah kontak langsung dengan pasien positif yang telah meninggal beberapa hari lalu itu? Sejauh ini masih dalam penelusuran Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

“Selama beberapa hari ini, terjadi eskalasi penularan virus corona. Statistiknya cenderung naik. Untuk itu, seluruh warga NTT di mana pun berada harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Karena saudara-saudara kita yang hari ini terkonfirmasi positif virus corona awalnya OTG, tidak ada gejala apa pun. Tapi ketika swab diperiksa ternyata dia terkonfirmasi positif virus corona. itu artinya virus corona sudah ada di tengah kita. Tidak ada cara lain selain memproteksi diri dengan mengikuti berbagai protokol kesehatan yang ada,” paparnya.

Marius menambahkan, beberapa waktu lalu Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan, virus ini tidak mungkin hilang. Mau tidak mau masyarakat dunia harus akrab dengan virus ini. Kita berdamai dengan virus ini, bersahabat dengan virus ini, karena tidak ada cara lain selain memproteksi diri dengan menghindari kerumunan, mengurangi lalu lintas orang, mengurangi pertemuan-pertemuan yang melibatkan banyak orang, selalu lebih banyak berada di dalam rumah, kecuali ada hal-hal yang mendesak, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, menjaga sistem imun tubuh dan sebagainya.

“Perlu kami sampaikan melalui media ini, para dokter kita, para medis kita, logistic kesehatan kita, rumah sakit kita, puskesmas kita di seluruh NTT sangat terbatas, baik kualitasnya maupun kuantitas. Karena itu ketika terjadi eskalasi besar-besaran, kita tidak akan mampu. Maka cara paling sederhana adalah melindungi diri kita, memproteksi diri kita. Hanya dengan cara itu kita bisa terlindung dari penyebaran virus corona ini,” tegasnya.

“Bahwa pada hari ini juga pesawat TNI Angkatan Udara Boing 1303 membawa alat pelindung diri (APD) dan regen ke Kupang. Itu untuk kebutuhan rumah sakit – rumah sakit kita di NTT, termasuk untuk kebutuhan laboratorium Biomolekuler Real Time PCR di RSUD Prof. Dr. WZ Yohanes Kupang. Terimakasih kepada jajaran TNI Angkatan Udara yang sudah menyiapkan pesawatnya untuk membawa peralatan kesehatan ke NTT,” pungkasnya. (ns/ns)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.