Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim
Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim.

sergap.id, JAKARTA – Ini kabar gembira bagi seluruh guru honorer, termasuk di Provinsi NTT. Sebab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan akan tetap ada formasi guru dalam proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Karena itu, peluang untuk menjadi PNS masih sangat terbuka.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Iwan Syahril, mengatakan, formasi CPNS bagi guru tetap akan diadakan di samping perekrutan guru pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) skala besar yang menjadi fokus pemerintah di tahun 2021 ini.

Iwan menjelaskan, pada 2021 ini akan direkrut satu juta guru PPPK. Karena itu, Pemerintah mendorong para guru honor serta lulusan pendidikan profesi guru melamar menjadi guru PPPK.

Sebab, kinerja guru sebagai PPPK akan menjadi bagian dari pertimbangan penting dalam penerimaan CPNS.

Kemendikbud pun terus berupaya memperjuangkan agar para guru mendapatkan kesempatan memperjelas status dan meningkatkan kesejahteraannya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, menegaskan, formasi CPNS guru ke depan tetap akan ada, karena kebijakan itu akan sejalan dan saling melengkapi dengan perekrutan guru PPPK.

“Kinerja yang baik sebagai guru PPPK nantinya akan menjadi pertimbangan penting jika guru PPPK yang bersangkutan melamar jadi CPNS,” kata Makarim seperti dikutip SERGAP dari ANTARA, Sabtu (23/1/21) malam.

Ia menyebut, pembukaan seleksi untuk menjadi guru PPPK adalah upaya menyediakan kesempatan yang adil untuk guru honorer yang kompeten agar dapat mendapatkan penghasilan yang layak.

Makarim mengaku sudah berkeliling ke sejumlah daerah di Tanah Air dan menemui banyak guru honorer yang berinovasi pada pembelajaran. Namun di sisi lain, para guru honor tersebut mendapat penghasilan yang jauh dari layak yakni Rp100.000 hingga Rp300.000 per bulan.

“Seleksi ini merupakan angin segar bagi guru honorer untuk dapat meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.

Guru yang dapat mendaftar dan mengikuti seleksi tersebut yakni guru honorer di sekolah negeri dan swasta yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang saat ini tidak mengajar.

Nadiem menegaskan seleksi guru PPPK pada 2021 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana pada 2021 merupakan seleksi massal yang dilakukan secara daring.

Pemerintah menjamin bagi guru honorer yang lolos seleksi itu itu akan diangkat menjadi PPPK dan penganggarannya disiapkan oleh pemerintah pusat.

Seleksi guru PPPK pada 2021 dan berbeda dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya formasi guru PPPK terbatas, maka pada 2021 semua guru honorer dan lulusan PPG bisa mendaftar dan mengikuti seleksi, dan bagi yang lulus seleksi akan menjadi guru PPPK hingga batas satu juta guru.

Pemerintah pusat juga mengundang pemerintah daerah untuk mengajukan formasi lebih banyak sesuai dengan kebutuhan.

Perbedaan selanjutnya adalah jika sebelumnya setiap pendaftar diberikan kesempatan mengikuti ujian seleksi sebanyak satu kali maka pada 2021 diberikan kesempatan hingga tiga kali. Kemudian, sebelumnya tidak ada materi persiapan untuk pendaftar maka pada 2021 Kemendikbud menyiapkan materi pembelajaran secara daring untuk membantu pendaftar mempersiapkan diri sebelum ujian.

Berikutnya, jika sebelumnya pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran gaji peserta yang lulus seleksi guru PPPK maka pada tahun ini pemerintah pusat memastikan tersedianya anggaran bagi gaji semua peserta yang lulus seleksi guru PPPK.

Terakhir, jika sebelumnya biaya penyelenggaraan ujian ditanggung oleh pemerintah daerah maka pada 2021 biaya penyelenggaraan ujian ditanggung Kemendikbud. (bel/ant)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here