Podhi Servatius, SH
Podhi Servatius, SH

sergap.id, MBAY – Ketua Komisi III DPRD Nagekeo, Podhi Servatius, SH, meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menuntaskan semua kasus dugaan korupsi di Kabupaten Nagekeo.

Menurut Podhi, beberapa tahun belakangan ini, banyak kasus Korupsi yang ditangani Polres Nagekeo dan Kejaksaan Negeri Bajawa. Namun proses hukumnya belum tuntas.

“Saya ambil contoh, kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) Hand Sanitizer di Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Bajawa, terkesan dipetieskan. Padahal Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa, pernah melakukan konferensi pers dan menyatakan bahwa kasus ini sudah naik statusnya ke tahap penyidikan dan dalam waktu dekat akan ditetapkan tersangka”, ujar Podhi kepada SERGAP di ruang kerjanya, Senin (4/7/22).

Bukan hanya itu saja, lanjut Podhi, Kepala Kejaksaan Negeri Bajawa dalam Konferensi Pers juga mengatakan bahwa para tersangka diancam dengan hukuman mati.

Sebagai wakil rakyat yang membidangi hukum, saya perlu mengatakan ini agar publik tahu sampai sejauh mana penanganan kasus ini.

Masyarakat butuh kepastian hukum. Jika kasus ini tidak cukup bukti, ya diberitahukan kepada publik.

Saya minta pihak Kejaksaan Negeri Bajawa untuk melakukan gelar perkara, apabila punya bukti yang kuat, silahkan kasusnya dilanjutkan sampai persidangan. Kalaupun buktinya tidak cukup, di SP3 kan saja.

Selain kasus itu, ada juga kasus dugaan korupsi dana Bencana Alam di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo yang ditangani, Kejaksaan Negeri Bajawa. Kasus ini Daerah atau Negara dirugikan sekitar 3 Miliar. Kalaupun masih ada data atau bukti yang belum cukup, kita siap memberi data dukungan.

Karena untuk kasus korupsi yang dibutuhkan hanya dua alat bukti.

Podhi menambahkan, selain kasus yang ditangani Kejaksaan, ada juga kasus dugaan Korupsi yang ditangani Polres Nagekeo. Beberapa diantaranya, Kasus Pasar Danga, Kasus Pengadaan Alat Berat di Dinas PUPR Nagekeo, Kasus Pembanguan Karantina Hewan Marapokot dan sejumlah kasus korupsi lainnya.

“Bagi saya, kasus korupsi harus bisa dituntaskan. Beberapa kasus dugaan Korupsi yang ditangani Polres Nagekeo, sudah P21, itu artinya pihak Polres Nagekeo, benar-benar serius menangani kasus ini. Ada beberapa yang belum diselesaikan itu menjadi PR buat bapak-bapak dari Kepolisian. Untuk itu saya minta agar siapapun pelakunya dari latarbelakang manapun, semuanya harus di proses. Karena ini menyangkut kerugian keuangan daerah. Kita akan dukung 100 persen. Mau dia pejabat atau staf biasa, kalau curi uang Negara ya diproses saja, karena semua sama dimata hukum. Sekarang ini era reformasi, biar tidak ada kesan Hukum tajam ke bawah tapi tumpul keatas”, tegasnya. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here