Romualdus Dera dan Ahmad Efendi Pua Upa
Romualdus Dera dan Ahmad Efendi Pua Upa

sergap.id, MBAY – Mantan Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) KM I Mbay Kanan, Romualdus Dera (46 tahun), mengaku menerima bantuan benih padi varietas Inpari JT 6 oplosan dari Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo.

Menurut Dera, benih padi sebanyak 4 ton untuk luas lahan 150 hektar tersebut memiliki presentase ampas lebih banyak.

“Benih padi yang dibagi ini semuanya oplosan”, tegas warga RT 14, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, itu.

Dera menjelaskan, pada  tanggal  6 Juli 2022, pihaknya didatangi oleh petugas dari Dinas Pertanian untuk membagikan benih padi.

“Nama kelompok kami adalah Mai Wali, berlokasi di KM 22 Mbay Kiri, pintu Langedhawe. Pada saat pembagian, orang Dinas bilang ini jenis benih terbaru varietas Inpari 6 JT. Awalnya kami percaya. Tapi saat buka kemasannya, kami kaget, kok benihnya lebih banyak ampas. Melihat ada kejanggalan ini, saya langsung menelpon PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) namanya pak Anis Ta’a untuk melaporkan masalah benih. Pak Anis jawab, jangan sampai kamu yang campur dengan pewarna. Saya jawab, jangan macam-macam pak, kalau Bapak tidak percaya, datang dan liat sendiri. Pak Anis jawab, kalau begitu nanti besok (7/7/22) kamu kumpul kembali itu benih supaya saya sampaikan kepada pihak rekanan (kontraktor) pengadaan benih bahwa ada pengaduan dari kelompok penerima bantuan yang komplain karena kualitas benihnya buruk”, bebernya.

“Sesuai RDKK (Rencana Defenitif Kelompok Kerja) tahun 2021, benih yang akan dibagikan kepada kelompok penerima bantuan itu varietasnya Inpari 6 JT, tapi yang kami terima justru benih yang tidak berkualitas, ini namanya bikin bodoh petani”, ucap Dera.

Dera meminta Dinas Pertanian Nagekeo dan kontraktor pelaksana bertanggungjawab terhadap benih oplosan tersebut.

“Lebih baik kami beli di toko walaupun harganya mahal tapi produknya bagus. Petani mau sejahtera bagaimana, kalau mutu benihnya buruk begini”, tegasnya.

Dera mengancam akan melaporkan masalah benih oplosan ini ke polisi.

“Saya minta Dinas bertanggung jawab. Kalau tidak masalah ini kami laporkan ke polisi”, tohoknya.

Terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Nagekeo melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Ahmad Efendi Pua Upa, membenarkan jika pihaknya telah menerima pengaduan dari masyarakat tentang benih oplosan tersebut.

“Setelah mendapat laporan, saya perintahkan PPL untuk cek di lapangan. Saya juga sudah kontak rekanan untuk bertanggung jawab”, katanya.

Ahmad menjelaskan, proyek pengadaan benih senilai Rp 184.700.000 ini dikerjakan oleh CV Wilmourt Pratama.

“PPL sudah mengumpulkan benih yang diduga oplosan itu untuk kita komplain ke rekanan dan rekanan harus menggantinya. Saat ini juga kami (Dinas) belum membayar uang (pekerjaan) kepada rekanan”, ungkapnya.

Sementara itu, Direktur CV Wilmourt Pratama, Oktavianus Lay, beberapa kali dihubungi SERGAP tidak merespon. (sg/sg)

KOMENTAR ANDA?

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini