sergap.id, BENCANA – Akibat hujan deras selama lima jam mulai pukul 12.00 hingga 17.00 Wita, Minggu (6/7/25), sejumlah wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, NTB, dilanda banjir hingga menghanyutkan mobil serta harta benda lain milik masyarakat.

Hujan lebat disertai petir dan angin kencang ini juga menyebabkan listrik padam, tembok penahan roboh, dan pohon tumbang.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, tampak turun ke lokasi banjir di sejumlah titik di Kota Mataram.

Iqbal melihat secara langsung proses evakuasi Warga di Kelurahan Kekalek, Kecamatan Mataram.

Iqbal mengatakan, bantuan yang diperlukan warga saat ini adalah emergency. Mulai dari makanan siap saji, obat-obatan, selimut dan lainnya.

Eks Dubes RI untuk Turki ini menjelaskan, dirinya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani masyarakat terdampak banjir.

“Sejak awal saya sudah minta Kapolda, Danrem, dan semua pihak untuk turun keroyokan membantu Pak Wali Kota Mataram, nggak mungkin dia menghadapi ini sendiri,” tegasnya.

Pihaknya, lanjut Iqbal, sudah menyediakan lokasi pengungsian sementara, yakni Asrama Haji di jalan Lingkar Selatan. Di sana, pihaknya telah menyiapkan tempat tidur, tim medis dan makanan siap saji.

“Kita tawarkan mereka yang butuh pengungsian di Asrama Haji. Kakanwil Kemenag sudah menyiapkan lokasi evakuasi, Baznas NTB sudah menyiapkan dapur umum di sana, Dinkes juga menyiapkan tim medis di sana,” ungkapnya.

Sementara itu, sebagian Kota Mataram dan Lombok Barat tampak gelap. Tercatat ada 33 ribu pelanggan PLN yang terdampak hujan lembat disertai banjir ini.

PLN pun telah menyiagakan tim teknis untuk melakukan penormalan secara bertahap di lokasi-lokasi yang telah dinyatakan aman.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan, proses pemulihan mengedepankan keselamatan masyarakat, petugas, serta keandalan sistem kelistrikan.

“Saat ini kami fokus pada proses penormalan sistem kelistrikan secara bertahap. Keselamatan masyarakat, petugas, dan peralatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan,” tegasnya.

Seiring dengan mulai surutnya air di beberapa titik, hingga pukul 21.30 Wita, PLN telah berhasil menyalakan kembali 35 gardu distribusi.

PLN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya listrik di sekitar area genangan air. Bila menemukan kondisi berbahaya atau mengalami gangguan, segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

“Kami mengapresiasi dukungan dan pengertian dari seluruh pelanggan atas situasi yang terjadi. Semoga proses penormalan berjalan lancar dan seluruh pasokan listrik bisa kembali normal dengan aman,” tutupnya. (pe/le)

Komentar Sesuai Topik Di Atas