Ampera Flotim menyerahkan laporan dugaan ke Tipikor terkait kasus Air Ile Boleng dan Penjarangan Jambu Mente ke Kejati NTT pada 29 Agustus 2019 lalu.
Ampera Flotim menyerahkan laporan dugaan ke Tipikor terkait kasus Air Ile Boleng dan Penjarangan Jambu Mente ke Kejati NTT pada 29 Agustus 2019 lalu.

sergap.id, LARANTUKA – Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flores Timur kembali menyoroti mangkraknya proyek SPAM IKK Ile Boleng yang sedang dalam proses penyidikan dan penuntutan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Larantuka.

“Proyek SPAM IKK Ile Boleng dipangkukan pada tahun anggaran 2018 yang dikerjakan PT. Global Nusa Alam dengan nilai kontrak Rp. 8.865.798.000, selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender dari tanggal 03 September 2018 s/d. 31 Desember 2018,” ujar Koordinator Aksi Ampera Flotim, Yeremias Dere Lasan, Sabtu (16/01/2021).

Menurut dia, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Flores Timur telah membayar uang muka sebesar 20 persen atau Rp. 1.773.159.600 dari nilai kontrak kepada Rekanan Penyedia Barang. Namun sampai dengan tenggat waktu yang ditentukan (120 hari kalender) progres pekerjaan tidak mencapai 20 persen.

“Masa sih pembayaran uang muka (20 %) kepada rekanan melampaui progres pekerjaan akhir tidak menimbulkan kerugian negara secara nyata dan pasti, lagi pula rekanan hanya mengerjakan beberapa item dari keseluruhan komponen pekerjaan”, ucap Dere Lasan.

Asal tahu saja, Kejari Larantuka telah menetapkan, PPK (YJF), Konsultan Perencana (YYBS), dan Kontraktor Pelaksana (PSAD) sebagai tersangka pada tanggal 7 Januari 2021 berdasarkan Laporan Hasil Perhitungan Kerugian Negara (LHPKN) yang diterbitkan oleh Itda Flotim dengan nilai kerugian sebesar Rp. 1.528.040.739.

“Selisih antara uang muka 20 % sebesar Rp. 1.773.159.600 dengan hasil perhitungan kerugian sebesar Rp 1.528.040.739 yakni Rp.161.674.236. Dengan demikian diduga progres pekerjaan proyek SPAM IKK Ile Boleng tidak mencapai 10 %.  Lantas 1 Miliar lebih yang tersisa mengalir kemana?,” tanya Dere Lasan.

Sebelumnya dugaan korupsi Proyek SPAM IKK Ile Boleng dan Penjarangan Jambu Mente dilaporkan oleh Ampera Flotim pada 29 Agustus 2019 kepada Kejati NTT, kemudian dilimpahkan ke Kejari Larantuka.

Dalam laporan itu menjelaskan tentang pembahasan anggaran program atau kegiatan SPAM Ile Boleng yang sebelumnya tidak tercover pada dokumen perencanaan, namun kegiatan tiba-tiba muncul pada Rapat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran. (red/tedy)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here