‎sergap.id, MARAPOKOT — Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur maritim di wilayah timur Indonesia. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan pemancangan tiang pertama (ground breaking) pekerjaan replacement fasilitas Pelabuhan Laut Marapokot di Kabupaten Nagekeo, Senin (20/4/2026).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Taufan Efendi Suprapto, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari program strategis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan kontrak multi years tahun anggaran 2025–2026. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp91,3 miliar dengan waktu pelaksanaan 460 hari kalender.

‎‎Proyek ini dikerjakan oleh PT. Wijaya Inti Nusa Sentosa dan PT. Spektra Adhya Prasarana sebagai konsultan supervisi.

PPK menekankan pentingnya sinergi antara pelaksana dan pengawas guna memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan.

‎Berdasarkan laporan progres hingga minggu ke-30, periode 13–19 April 2026, realisasi fisik pekerjaan telah mencapai 49,91 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa proyek berada pada tahap pertengahan, meskipun masih terdapat deviasi dari rencana awal.

‎Rinciannya, pekerjaan pembongkaran dermaga eksisting telah rampung 100 persen, sementara pembangunan struktur baru seperti dermaga 1A–1D dan trestle menunjukkan progres yang bervariasi, berkisar antara 33 hingga 58 persen. Di sisi lain, pekerjaan rehabilitasi dermaga dan trestle juga terus berjalan dengan capaian di atas 40 persen.

‎Meski demikian, terdapat deviasi progres yang menjadi perhatian, di mana realisasi pekerjaan tercatat masih berada di bawah target yang direncanakan. Kondisi ini mengindikasikan adanya tantangan teknis maupun non-teknis di lapangan yang perlu segera diantisipasi agar tidak menghambat penyelesaian proyek secara keseluruhan.

‎‎PPK menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat serta mendorong percepatan pekerjaan agar proyek dapat diselesaikan tepat waktu. Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, untuk turut mendukung kelancaran pembangunan.

‎‎Pembangunan Pelabuhan Marapokot diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagekeo, khususnya dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperlancar distribusi barang serta mobilitas masyarakat. Dengan kapasitas dan fasilitas yang lebih memadai, pelabuhan ini diproyeksikan menjadi simpul penting dalam jaringan transportasi laut di Nusa Tenggara Timur. (‎‎sg/sg)