Wakil Bupati Kabupaten Nagekeo, Marianus Waja saat meninjau lokasi mata air di Lowo Lau Wayupea.
Wakil Bupati Kabupaten Nagekeo, Marianus Waja saat meninjau lokasi mata air di Lowo Lau Wayupea.

sergap.id, KELEWAE – Wakil Bupati Kabupaten Nagekeo, Marianus Waja, meresmikan sarana air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat di Desa Kelewae, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, Kamis (27/2/20).

Acara ini dihadiri juga oleh Kadis PUPR Kabupaten Nagekeo Bernard Dinus Fansiena, Wakil Koordinator Pansimas Nagekeo Aloysius Niron, Kepala Desa Kelewae Lorensius Seke, Ketua dan Anggota BPD Kelewae, Para sesepuh dan Tokoh Masyarakat Kelewae Silvester Loye, Marselus Redha, Darius Toke, Para Guru SD dan SMP Desa Kelewae, tokoh pemuda, tokoh wanita serta undangan lainnya.

Kepala Desa Kelewae, Lorensius Seke, dalam sambutannya, menyampaikan terimah kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo yang melalui Dinas PUPR Nagekeo telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) untuk pembangunan sarana air bersih di Kelewae.

“Pembangunan di desa kami ini belum 100 persen berjalan, tetapi kami tetap menjalankan apa yang bisa kami jalankan. Apabila ada kendala, maka kami tak segan-segan meminta bantuan pemerintah (kabupaten)”, katanya.

Seke berjanji akan menindaklanjuti program Pamsimas agar semua masyarakat Kelewae bisa menikmati air bersih.

Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, dalam sambutannya, menghimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan melakukan pelestarian alam sekitar.

“Hutan sudah begitu baik. Kita harus jaga supaya itu tetap ada. Itu milik Tuhan yang diberikan kepada kita. Kita wajib jaga untuk kepentingan bersama. Batas-batas hutan itu harus dijaga. Jangan merusak hutan, karena jika hutan rusak maka sumber air akan berkurang. Air ada karena ada hutan. Karena itu kita dilarang menebang atau merusak pohon,” tegasnya.

“Hidup ini saling bergantungan, saling membutuhkan, dan saling melengkapi,” ucap Marianus.

Marianus juga menitip pesan kepada Kepala Desa agar tidak pilih kasih dalam membagi air bersih kepada masyarakat.

“Air minum harus diurus baik dan dibagi merata, jangan pilih kasih, oh ini keluarga harus diutamakan, yang ini bukan siapa siapa, jadi jangan dulu. Lihat seperti air hujan, ia turun dan jatuh membasahi setiap tempat, di air laut sekalipun ia turun. Intinya tidak boleh ada masyarakat yang kurang air,” ujarnya.

Marianus berharap, program Pamsimas dapat dimanfaatkan secara baik dan tetap berkelanjutan.

“Jika ada masalah, selesaikan! Jangan didiamkan. Masyarakat harus menjaga agar bantuan Pamsimas ini bertahan lama dan berlanjut. Untuk itu, air cepat masuk rumah, setiap rumah harus pasang meteran, harus taat asas, berapa meter bayar. Ada stop krannya, supaya bisa diatur pemakaiannya. Tidak boleh ada yang menyadap sebelum masuk meteran, itu tidak baik,” kata Marianus, mengingatkan.

Wakil Koordinator Pamsimas Nagekeo, Aloysius Niron, menjelaskan, tanggungjawab Pamsimas tidak hanya sampai pada saat serah terima program ini, tetapi keberlanjutan.

“Keberlanjutan ini akan dikelola oleh Kelompok Pengelola Sarana Air Minum di Desa dimana mereka yang akan bertanggungjawab dengan sarana yang sudah dibangun dan ditangani oleh KKM. Sehingga kelompok ini menangani secara betul. Kelompok ini bekerja di bawah unit usaha BUMDES dan akan menjadi sumber pandapatan bagi desa,” katanya.

Acara ini diawali dengan Penyerahan KKM Pamsimas kepada Wakil Bupati Nagekeo selanjutnya dari Wakil Bupati kepada Kepala Desa untuk dijaga dan dirawat secara berkelanjutan.

Usai memberi sambutan, Wakil Bupati meninjau lokasi mata air di Lowo Lau Wayupea, yang menggunakan mesin pompa tenaga surya.

Dari situ Wakil Bupati menuju Desa Leguderu untuk melihat dari dekar sumber mata air Lowo Belo Nunukae yang lokasinya berjarak sekitar kurang lebih 1,5 KM dari pemukiman warga. (ADV/Humas Pemkab Nagekeo)