Kapolres Nagekeo, AKBP. Agustinus Hendrik Fai, SH.M.Hum.
Kapolres Nagekeo, AKBP. Agustinus Hendrik Fai, SH.M.Hum.

sergap.id, MBAY – Penyelidikan dan Penyidikan kasus dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Nagekeo Tahun Anggaran (TA) 2018 telah dilakukan oleh Polres Ngada sejak tahun 2019 lalu. Namun hingga Nagekeo memiliki Polres sendiri, kasus ini belum juga dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bajawa untuk disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang.

Padahal miliaran rupiah dana pokir diduga telah diselewengkan oleh pimpinan dan anggota DPRD Nagekeo periode 2014-2019.

Pokir hanyalah trik yang dimainkan oleh para wakil rakyat untuk memperkaya diri sendiri dengan cara menitipkan proyek pokir di Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Peternakan, Dinas PUPR, dan Dinas Pertanian, lalu si anggota DPRD yang mengerjakan sendiri, dan yang lainnya dititipkan dan dikerjakan oleh kontraktor piaraan pimpinan dan anggota DPRD.

Untungnya tentu luar biasa besar. Bahkan ada proyek pokir yang sama sekali tidak dikerjakan, namun uangnya dicairkan 100 persen. Kemana perginya? Tentu ke kantong-kantong pimpinan dan anggota DPRD itu.

Dalam DPA Perubahan Dinas PUPR ada 33 paket proyek Pokir. Dari 33 itu, 15 diantaranya masuk dalam RKPD Perubahan. Sedangkan 17 paket lainnya tidak masuk di RKPD Perubahan dan hanya muncul di DPA Perubahan.

Sementara di Dinas Pertanian ada 11 paket pakerjaan. Semua paket pekerjaan itu tidak ada dalam dokumen RKPD Perubahan. Anehnya11 paket itu justru ada dalam DPA Perubahan.

Begitupun di Dinas Kelautan dan Perikanan ada 10 paket pekerjaan. Dari 10 paket, 6 diantaranya ada dalam dokumen RKPD Perubahan. Sedangkan 4 paket lainnya tidak ada dalam dokumen RKPD Perubahan dan hanya muncul dalam DPA Perubahan.

Kasus ini sempat bergelinding ke ruang hukum. Bahkan Rabu, 28 Agustus 2019, Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu Anggoro C Wibowo memastikan bahwa kasus ini akan diusut sampai tuntas, yang artinya akan dilimpahkan ke Kejari Bajawa untuk diteruskan dan disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang.

Namun sampai sekarang kasus yang menyeret pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Nagekeo itu belum juga dilimpahkan ke Kejari.

Padahal penyidik tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Ngada telah memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Nagekeo Lukas Mere, Kadis Pertanian Nagekeo Wolfgang Lena, Kadis Peternakan Nagekeo Herman Petrus Gu, dan Kadis PUPR Nagekeo Sharif Bhanging.

“Kasusnya sudah kita limpahkan ke Polres Nagekeo. Semua berkasnya sudah kita limpahkan. Karena Nagekeo sudah punya Polres sendiri,” ujar Anggoro kepada SERGAP, Minggu (10/5/20) malam.

Hingga berita ini diturunkan Kapolres Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrik Fai, SH, M.Hum belum berhasil dihubungi SERGAP. (Sherif Goa)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.