Suster Linda Sim, Sang Juara Taekwondo Dunia 2022
Suster Linda Sim, Sang Juara Taekwondo Dunia 2022.

sergap,id, GOYANG – Biarawati Katolik berusia 67 tahun ini telah menjadi juara dunia taekwondo setelah meraih medali emas untuk keterampilan seni bela dalam Kejuaraan Poomsae Taekwondo Dunia, di Goyang, Korea Selatan.

Ukuran tubuh Suster Linda hanya setinggi 4 kaki 11 inci atau 1,49 centi meter, namun jangan ditanya soal prestasinya di dunia taekwondo. Sudah puluhan medali disabetnya. Terakhir, April 2022 lalu, ia meraih medali emas dalam Kejuaraan Poomsae Taekwondo Dunia, di Goyang, Korea Selatan.

Kejuaraan Poomsae adalah tempat di mana atlet menunjukkan keahlian mereka untuk mengalahkan serangkaian lawan imajiner, dan Suster Linda berhasil mengalahkan enam kontestan lainnya dalam kategori usia di atas 65 tahun.

Suster Linda menjadi bagian dari ordo religius Katolik, Fransiskan Misionaris Keibuan Ilahi, lebih dari 40 tahun yang lalu.

“Yesus adalah cinta pertama saya, dan taekwondo adalah gairah saya, karena memberi saya kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang dengan cara yang non-gereja. Kehidupan religius adalah panggilan, panggilan seumur hidup untuk hidup saya,” katanya.

Sebagai koordinator, tugas utama Suster Linda adalah mengkoordinasikan rumah induk ordo dengan pemimpin pusat ordo di Surrey, Inggris, guna memastikan kehidupan dan misi 21 orang suster di Singapura.

Suster Linda mengaku mulai berlatih taekwondo sejak kecil. Di usia 17 tahun ia mengikuti kejuaraan taekwondo yang diselenggarakan oleh sebuah gereja di Singapura. Dia pun mulai mengambil bagian dalam kompetisi internasional sejak tahun 2011 dan meraih medali perunggu pada tahun 2018.

Aprl 2022 lalu Suster Linda berhasil menyabet medali emas di Korea Selatan dan menjadi orang Singapura pertama yang meraih emas dalam kejuaraan Poomsae.

Saat berada di podium utama, Suster Linda merasa seperti berada di puncak dunia. Prestasi yang membanggakan ini dianggapnya bisa memotivasi kaum muda untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit dengan belajar tekun dan ulet berlatih.

Suster Linda Sim bergabung dengan Misionaris Fransiskan dari Keibuan Ilahi persisnya 43 tahun lalu. Ketika bergabung ke ordo ini, Suster Linda Sim masih aktif berlatih seni bela diri Taekwondo.  Dan 43 tahun kemudian, dia masih jago menunjukan seni bela diri taekwondo.

Setelah memenangkan gelar yang mengesankan di Korea Selatan, suster Linda mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena dirinya diberi kesempatan untuk bisa memotivasi anak didiknya di Singapura yang terdiri dari anak-anak dengan masalah kanker.

David Koh, penjabat presiden Yayasan Taekwondo Singapura mengapresiasi Suster Linda. Federasi Taekwondo Singapura pun sangat bangga pada Suster Linda.

“Dia merupakan contoh cemerlang bagi orang-orang Singapura bahwa olahraga adalah untuk semua usia,” ujar David.

David menjelaskan, walau kesehariannya Suster Linda disibukan dengan pekerjaannya bersama para suster FMDM di Singapura, namun dia juga meluangkan waktu untuk berlatih dan mengambil bagian dalam 25 kompetisi internasional yang menghasilkan 30 medali emas.

KLIK Disini Untuk Nonton VIDEONYA

Pamela Lim, salah satu orang tua dari anak-anak didik Suster Linda mengatakan Suster Linda adalah panutan yang sangat baik bagi anak-anak.

“Kami dapat melihat semangat dan komitmennya terhadap taekwondo dan semua pekerjaan yang dia lakukan sebagai seorang biarawati Katolik,” ucap Pamela, singkat. (pel/red)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here