Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami.

sergap.id, KUPANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, mengaku, pihaknya sedang menyiapkan pedoman kelulusan dan kenaikan kelas untuk SD dan SMP tahun 2020.

Pedoman tersebut akan diberikan ke semua sekolah. “Pedoman ini mengatur semua mekanisme dan kriteria terkait siswa yang akan naik kelas maupun siswa yang akan memperoleh ijazah SD maupun SMP,” ujar Djami kepada SERGAP, Senin (6/4/20) siang.

Djami menjelaskan, sejauh ini, pedoman tersebut masih dalam tahap pengkajian, agar ketika diberikan ke sekolah-sekolah tidak menimbulkan pertanyaan atau adanya kesalahan tafsir soal mekanisme dan kriteria yang diberlakukan.

“Tujuannya agar sekolah-sekolah mudah menterjemahkan  pedoman ini,” tegasnya.

Dalam rangka menyempurnakan pedoman kenaikan kelas dan kelulusan itu, kata Djami, pihaknya akan mengundang pengurus K3S dan MK2S guna membahas lebih lanjut.

Namun secara umum, lanjut dia, kenaikan kelas tahun ini akan ditentukan lewat nilai semester sebelumnya ditambah dengan nilai tugas dan nilai ulangan pada semester yang sedang dijalani.

Sementara penentuan kelulusan siswa/i SD dan SMP akan akan mengikuti aspek kognitif seperti arahan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kognitif adalah  kegiatan yang mencakup mental (otak) atau upaya yang menyangkut aktivitas otak. Kognitif  memiliki enam jenjang atau aspek, yaitu Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge), Pemahaman (comprehension), Penerapan (application), Analisis (analysis), Sintesis (syntesis), Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)

Tujuan kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut.

Dengan demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi.

“Penentuan kelulusan SD diambil dari nilai semester 1 kelas 4 sampai semester 1 kelas 6 ditambahkan dengan nilai semester saat ini. Begitu juga SMP, nilai diambil dari kelas 1 semester 1 sampai semester 1 kelas 3. Lalu akan ditambahkan dengan nilai semester 2, yang akan diolah untuk menentukan kelayakan kelulusan,” papar Djami.

“Selain penilaian kognitif, ada juga penilaian sikap atau afektif yang akan dinilai dari semester sebelumnya hingga semester sekarang ini,” kata Djami.

Afektif adalah  sikap dan nilai.  Afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai.

Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku.

Ranah afektif memiliki lima jenjang, yakni Receiving atau attending (menerima atau memperhatikan), Responding (menanggapi) mengandung arti “adanya partisipasi aktif”, Valuing (menilai atau menghargai), Organization (mengatur atau mengorganisasikan), dan Characterization by evalue or calue complex (karakterisasi dengan  suatu nilai atau komplek nilai). (ria/adv)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.