Proses Inagurasi penyiraman air samudera ke kepala perwakilan para taruna angkatan ke 25 SMK Pelayaran Kupang, Senin 30 Oktober 2017.

sergap.id, BEUMOPU – Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Pelayaran Kupang Benyamin Apelabi, A. Md, SE, Senin (30/10/17), melantik 33 taruna baru yang ditandai dengan penyiraman air samudera dan penyematan pangkat kepada para taruna.

Pelantikan yang dihadiri para orang tua taruna, guru, karyawan, serta dua instruktur dari Angkatan Laut (Lanudal) Penfui Kupang tersebut bertepatan dengan HUT SMK Pelayaran Kupang ke 25.

Dalam sambutannya, Apelabi, menjelaskan, SMK Pelayaran Kupang berdiri sejak tahun 1992 dan berlindung di bawah Yayasan Pelatihan Pelayaran Dan Kemaritiman (YASPELTRA) Marindo Kupang.

“Dalam 25 tahun ini SMK Pelayaran telah menghasilkan alumni yang berkualitas. Oleh karena itu para taruna baru harus tekun belajar, agar mampu mempertahankan prestasi,” pinta Apelabi.

Kepada SERGAP.ID, Apelabi mengaku, saat ini ada 105 taruna dari tingkat 1 sampai tingkat 3 yang mengambil jurusan Nautika Kapal Niaga dan Teknik Kapal Niaga.

“Taruna yang masih di tingkat 1 diberi materi yang banyak tapi prakteknya sedikit. Sedangkan di tingkat 2, volume prakteknya diperbanyak. Tingkat 3 waktu prakteknya lebih banyak dan mereka diwajibkan berlayar selama 6 bulan,” paparnya.

Menurut Apelabi, tempat praktek para taruna adalah ASDP, PELNI, PT. FLOBAMOR, PT. NCL Kupang, serta kantor Navigasi dan Syahbandar.

Penyematan pangkat kepada 25 taruna SMK Pelayaran Kupang.

Sebelum diterima menjadi taruna, kata Apelabi, calon taruna harus melewati tiga tahap, yakni seleksi admnistrasi, tes tulis, dan pembinaan mental dan karakter selama 3 bulan yang langsung ditangani oleh instruktur dari Angkatan Laut.

“Di sini taruna-taruna dididik dengan disiplin yang tinggi. Ini untuk mendukung program pemerintah memajukan kemaritiman Indonesia,” imbuh Apelabi.

Kepala Sekolah SMK Pelayaran Kupang Benyamin Apelabi, A. Md, SE foto bersama taruna angkatan ke 25.

Acara pelantikan dilanjutkan dengan misa perutusan yang dipimpin oleh Pastor Andreas Sika, Pr.

Dalam kotbahnya, Pastor Sika, mengatakan, karena berkat Tuhan, SMK Pelayaran masih bisa terus berkiprah menjadikan anak-anak NTT sebagai pelaut yang handal.

Ia meminta para taruna tidak hanya belajar untuk menjelajahi laut serta mencari kekayaan laut, tetapi juga memperhatikan pelestarian biota laut.

Pastor Sika mengajak semua elemen pendidikan SMK Pelayaran Kupang untuk belajar dari Kisah Hidup Yesus yang selalu lebih banyak membuat mukjizatNya di laut.

“Saat Ia menyuruh Petrus bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala, dan Petrus mendapatkan banyak ikan, disitu Yesus mengajarkan kita untuk menggunakan potensi laut untuk kebahagiaan umat manusia,” katanya.

Pastor Sika berharap SMK Pelayaran mampu memberdayakan para nelayan di pesisir dengan mengajarkan mereka tentang ekologis, menanam, dan merawat bakau supaya biota laut berkembang dan memberikan berkat bagi nelayan itu sendiri.

“Para Taruna harus belajar dan berani berlayar mengarungi kehidupan, dan menyelamatkan orang lain. Jangan sampai menjadi pelayar tetapi muntah karena mabuk laut”, ucap Pastor Sika, mengingatkan.

Usai misa, sang Kepsek memberikan cindera mata kepada Benedikta Kewa Niron, guru yang telah mengabdi selama 25 tahun di SMK Pelayaran Kupang. (fwl/fwl)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.