sergap.id, BETUN – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) akhirnya tiba di tanah Malaka, Minggu sore (09/02/2020), setelah melewati jalan panjang lewat pantai Selatan Pulau Timor.

VBL dijemput oleh para pimpinan OPD Kabupaten Malaka dan Sekda Malaka, Donatus Bere, SH serta 30an siswa-siswi drum band asal SMA Negeri Harekakae di depan Kapela St Aleksander Haitimuk, Weliman.

Masyarakat sekitar pun nampak semarak dan antusias menyambut kedatangan VBL.

Sebelum masuk ke rumah jabatan (Rujab) Bupati Malaka, VBL disapa secara adat (Hase Hawaka) oleh para tetua adat di depan pintu gerbang Rujab sembari diguyur rinai gerimis.

Sesekali VBL melepas senyum dan mengangguk-angguk kepala tanda mengerti dan memahami apa isi sapaan adat yang dituturkan para tetua adat.

Bupati Malaka, dr. Stef Bria Seran, M.Ph menunggu di depan teras rujab bersama Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno dan Dandim Belu, Letkol Inf. Ary Dwi Nugroho.

Sesuai jadwal, malam nanti sekitar pukul 19.00 wita akan digelar Rapat Kerja Gubernur bersama Bupati Malaka, para Camat dan para Kepala Desa se Kabupaten Malaka.

Wisata Sejarah Malaka

Selain menggelar raker dengan para camat dan kepala desa di Rujab Bupati Malaka, VBL juga akan mengunjungi beberapa titik wisata bersejarah di Malaka.

Dalam bahasa Tetum, Masin Lulik artinya garam yang keramat. Masin Lulik sudah eksis sejak ribuan tahun silam.

Secara teritorial Masin Lulik masuk ke dalam administratif Desa Litamali, Kobalima, Malaka. Banyak mitos berkembang terkait keberadaan destinasi wisata bersejarah ini.

Masyarakat setempat mengatakan Masin Lulik dipercaya sebagai tempat bersemayamnya arwah. Orang yang sudah meninggal dunia dipercaya akan bertempat tinggal di Masin Lulik.

Kawasan ini familiar sebagai Foho Oan Tolu. Oleh karena itu, masyarakat sekitar kerap melakukan ritual adat di dalam kawasan Masin Lulik. Pada beberapa sisi lokasinya terlihat tulang belulang hewan tergantung.

Nuansa mistik Masin Lulik semakin membuat destinasi ini tampak eksotis. Kepercayaan masyarakat setempat memang demikian. Semua tentu harus dihormati.

Tradisi adat wilayah ini masih dijalankan secara rutin dan turun temurun. Warna tradisi ini tentu membuat Masin Lulik makin terlihat eksotis, apalagi pemandangan di sekitarnya sangat bagus.

Untuk menjaga kesakralan Masin Lulik, ada beberapa peraturan yang wajib dijalankan pengunjungnya. Setiap pengunjung diwajibkan melepaskan alas kakinya.

Alas kaki pun sudah harus dilepas begitu masuk ke areal terbuka Masin Lulik. Lebih penting lagi, pengunjung tidak diperkenankan berkata-kata kotor selama berada di dalam kawasan ini.

Ritual lain yang harus ditaati adalah menggantung ranting. Pengunjung diwajibkan menggantung beberapa ranting kayu pada pohon dalam kawasan Masin Lulik.

Kepercayaan di Masin Lulik ini terus terpelihara dengan baik. Berbagai keunikan tersebut tentu menjadi value besar bagi pariwisata dan menguatkan branding Masin Lulik sebagai destinasi terbaik. (Valeri Guru/Seldi Berek)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.