Potongan gambar video saat seseorang yang diduga Amon Djobo tengah memarahi 3 staf Kementerian Sosial.
Potongan gambar video saat Amon Djobo tengah memarahi staf Kementerian Sosial.

sergap.id, KUPANG – Sebuah video berdurasi 3,9 menit beredar di WhatsApp pada Selasa (1/6/21). Isi video itu adalah seorang pria yang diduga Bupati Alor, Amon Djobo, tengah memarahi tiga orang pria yang diduga merupakan staf dari Kementerian Sosial RI.

Dalam video itu, Amon Djobo juga mengatai Menteri Bodok yang diduga dialamatkan kepada Menteri Sosial, Tri Rismaharini atau Bu Risma.

“Sembarang saja itu. Jangan pakai politik-politik model begitu. Dia tidak tahu penanganan bantuan ini sampai di bawah. Mulutnya lebih cepat dari pikiran. Pejabat apa model begitu tuh? Menteri model apa, menteri model begitu tu. Dia tidak pernah datang di Alor kok! Memangnya PKH itu DPR yang urus? Saya mau tanya dulu,” tanya Amon Djobo kepada seorang pria bertopi merah yang diduga merupakan staf di Kementerian Sosial.

Dalam pertemuan di malam hari yang diduga terjadi di rumah jabatan Bupati Alor itu, Amon Djobo juga mengusir si topi merah dan kawan-kawannya untuk segera meninggalkan Pulau Alor. Berikut pernyataan lengkap Amon Djobo dalam video itu:

Pa dorang besok tidak boleh ada disini. Besok kamu pulang sudah! Saya kasi ingat kamu, kamu pulang sudah! Besok saya bikin surat ke Presiden. Dia (Menteri) pikir dia terlalu hebat apa? Pimpin Surabaya hanya tanam bunga pohon saja kok, tau apa dia? Apa dia tu? Kastau deng dia tu! Sebentar kasitau dia (bahwa) bupati marah betul, kau punya laporan kasi Presiden tu.

Memamangnya pola penanganan bantuan PKH itu apa? Coba sekarang bilang. Itu program pusat, betul tidak? Untuk apa? Untuk keluarga harapaan. Miskin itu. Itu penanganannya ada di bawah pemerintah kok, bagaimana dia (Menteri) bilang DPR. DPR mana tu? Menteri bodok model begitu. Masih lebih baik ibu Kofifah. Pantas model begitu tu, tempat (Kemensos) itu korupsi. KPK tangkap lagi. Nanti saya suruh dia (KPK).

Besok kamu pulang sudah dari sini. Datang lagi, omong bilang saya ajak kamu datang disini. Berarti kamu tidak iklas datang di Alor sini. Kau, kau itu siapa kau ini? Lu pigi tanya Presiden dengan Gubernur, saya ini siapa? Apa kamu ini?

Kamu tidak menghargai pemerintah yang kerja. DPR mana itu. Itu kan orang caplok. iya to? Bantuan itu dari pengurus PKH, baru bilang Presiden yang perintah untuk dia yang bagi. Dari mana itu, yang model begitu?

Lalu itu Menteri omong lurus saja begitu. Berarti dia juga tidak mengerti pola bantuan sampai ke bawah. Menteri bodok model begitu! Makanya mulut jangan cepat dari pikiran. Pejabat itu ingat. Pejabat itu pikir dulu baru omong. Kau pikir kita di daerah ini bodok barangkali? DPR mana tu, sekarang kau datang kau bilang baru 13 orang, sembarang saja kau. Saya lempar kau dengan kursi baru kau tobat nanti. Kau datang bukannya tanya kami, lu pi tanya orang lain.

Kau di kementerian golongan berapa kau? “Golongan empat pak,” jawab si topi merah.

Ah pantas kau bodok. Saya empat E, kau mengerti? Setan lu! Lu kasi tau lu punya menteri tu bahwa bupati bilang kau paling bodok. Titik.

Jangan karena kau pimpin suarabaya. Alor tidak bisa begitu! Saya tunggu dia (Menteri Risma) nanti.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Bupati Amon Djobo belum berhasil dihubungi SERGAP. (red/itl)

1 COMMENT

  1. Kenapa Bupati Alor ini kayak kebakaran jenggot,didatangi staff dari kemensos ? Tujuan ibu Risma adalah baik karena ingin tahu peris apakah PKH dan bantuan lain sudah tepat sasaran atau belum? Karena Ibu Risma tidak mau hanya mendengar dan membaca laporan dari daerah tapi kenyataan dilapangan berbeda, karena biasanya yang mendapatkan dana bantuan dll paling keluarga para pegawai di sekitar pemkab. Kalau saya lihat cara bupati kebakaran jenggot,sepertinya ada sesuatu udang dibalik batu ,kayaknya perlu lanjutkan pengusutan team khusus dan rahasia

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here