Johanes Andes Prihatin dan IB.
Johanes Andes Prihatin dan IB.

sergap.id, ATAMBUA – Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, menepis adanya dugaan selingkuh yang dilakukan oleh Sekda Belu, Johanes Andes Prihatin dengan salah satu Kabid di di Dinas PMPTSP Belu.

“Kalau dalam jabatan selama saya di sini, selama proses berlangsung saya menjabat di sini, saya pastikan Pak Sekda tidak berselingkuh. Kecuali yang saya tidak tahu,” tegas Bupati Taolin saat jumpa pers akhir tahun pelaksanaan program Pemda Belu tahun 2021 di Aula Lantai I Kantor Bupati Belu, Rabu (29/12/21) seperti dikutip SERGAP dari ntt.pikiran-rakyat.com, Minggu (2/12/21).

Menurut dia, pihaknya telah melakukan klarifikasi khusus terhadap surat Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada Agustus 2021 lalu.

“Itu kita sudah jawab kepada KASN tentang berita-berita itu. Selama saya di sini apalagi selama menjalankan tugas di sini, tidak ada saya dengar Pak Sekda ini, baik pribadi dalam jabatan dan lain-lain melakukan perselingkuhan,” ujarnya.

Bupati Taolin menegaskan, klarifikasi terhadap surat KASN itu sudah selesai.

“Kan harus dijelaskan dulu foto itu diambil kapan, di edit tidak, kita serahkan sama yang ahlinya yang berkompoten. Informasi itu dari siapa, dimana, bagaimana tidak jelas juga. Suratnya lebih pada berbentuk surat kaleng. Sehingga kita mau konfirmasi sama siapa, fotonya siapa yang pegang dan melaporkan siapa dan kapan? Tidak ada laporan dari pihak-pihak yang berkaitan langsung didalam,” katanya.

“Saya tegaskan sekali lagi, selama ini tidak mendengar laporan resmi, laporan tertulis dan komplain dari pihak manapun terhadap info yang beredar dan tertulis dalam berita itu. Secara regulasi dan norma sudah kami lakukan,” tutupnya.

BACA JUGA: Bupati Belu Diduga Selingkuh Dengan Salah Satu Kabid di Dinas Pariwisata

Sementara itu, Konsultan Hukum Sekda Belu, Jimmy Haekase, mengatakan, pihaknua akan mempolisikan penyebar foto dan isu selingkuh Sekda Belu.

“Kalau dalam perjalanan kita teliti ada potensi pidana tentu akan ditindaklanjuti,” ujar Jimmy kepada wartawan di Atambua, Jumat (31/12/21).

Menurut Jimmy, foto Sekda Belu sengaja diedit lalu disebarkan ke Media Sosial (Medsos) oleh oknum tak bertanggungjawab dengan tuduhan bahwa Sekda Belu selingkuh.

“Ada pemberitaan atau postingan di facebook, foto-foto itu setelah saya konfirmasi ternyata memang itu editan, ini ada potensi atau konsekuensi hukum,” katanya.

Jimmy mengaku, ada beberapa foto yang disebarkan. Secara hukum perlu ada pembuktian yang harus dipertanggungjawabkan.

“Sampai detik ini tidak ada yang merasa dikorbankan, pembuktiannya (selingkuh) dari mana. Kan foto bisa diedit kok?,” ucapnya.

Ia berharap oknum penyebar foto editan dan isu yang menyerang Sekda Belu segera dihentikan.

“Kalau tidak, saya tegaskan bahwa ini ada potensi hukum dan kami akan ambil langkah hukum,” tegasnya.

Jimmy membenarkan adanya pengaduan dari salah satu forum masyarakat yang mempersoalkan perbuatan melanggar etika yang dilakukan oleh Sekda Belu. Namun pengaduan itu sudah diklarifikasi oleh Bupati Belu bahwa tidak ada perbuatan melanggar etika seperti yang diadukan.

“Yang diinginkan oleh forum itu, sudah diklarifikasi oleh Bupati kepada KASN bahwa apa yang dipersoalkan oleh forum itu tidak benar. Karena sampai dengan hari ini tidak ada proses hukum secara nyata terhadap pengaduan itu, sehingga respon Bupati Belu kepada KASN adalah surat kaleng,” terangnya.

Menurut Jimmy, surat pengaduan tersebut muncul ketika Prihatin maju sebagai Calon Sekda Belu.

“Surat itu ditujukan ke KASN pada saat Jap belum menjabat Sekda Belu. Tetapi toh ada rekomendasi dari KASN bahwa Jap memenuhi kriteria untuk dan sekarang menjabat Sekda Belu,” bebernya. (npr/nss)

1 Komentar

KOMENTAR ANDA?

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini