1000 Lilin dari Bali untuk Astri dan Lael
Aksi 1000 Lilin dari Bali untuk Astri dan Lael.

sergap.id, JAKARTA – Sekelompok muda-mudi yang menamakan diri Aliansi Pemuda NTT di Jakarta menggelar unjukrasa di depan Bareskrim Polri. Mereka meminta Polri turun tangan menangani kasus pembunuhan Astri dan Lael di Kupang.

“Yang pertama bahwa Humas Mabes Polri telah menerima, telah bersedia untuk sama-sama mengawal, sama-sama menindaklanjuti tentang apa yang kemudian menjadi catatan apa yang kemudian menjadi tuntutan kita bersama kawan-kawan,” ujar Koordinator Aksi Aliansi Pemuda NTT di Jakarta, Ahmad Natonis, seperti dikutip SERGAP dari detik.com, Selasa (28/12/21) malam.

“Maka surat kesepakatan yang saya pegang ini, ini adalah surat kesepakatan antara kawan-kawan Aliansi Pemuda NTT-Jakarta bersama Markas Besar Republik Indonesia,” tegasnya.

Dalam aksi di depan gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu, massa menuntut dua hal. Pertama: meminta Kapolri mengintervensi Polda NTT untuk melakukan penyelidikan ulang. Kedua: mendesak Kapolri mengambil alih kasus pembunuhan Astri dan Lael, jika Polda NTT tidak bisa menyelesaikan kasus tersebut.

“Bahwa Humas Polri telah memfasilitasi dan telah berjanji kepada kita kawan-kawan, bahwa dalam satu minggu ke depan kita akan mendapatkan jawaban tentang persoalan yang kemudian kita perjuangkan kawan-kawan,” ujar Ahmad.

“Tapi kita juga sampaikan, kita juga berikan pengertian bahwa bilamana apa yang kemudian menjadi catatan penting bersama tidak ditindaklanjuti secara serius, maka kita sudah pastikan saya sudah sampaikan bahwa kita siap tidur berjejer di Markas Besar Republik Indonesia,” ujar Ahmad.

Polda NTT sendiri telah melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap ibu dan bayi yang ditemukan tak bernyawa di proyek SPAM itu. Hasilnya, diketahui bahwa pembunuh bayi berusia 1 tahun itu adalah ibu kandungnya yang juga adalah korban pembunuhan.

“Dari hasil rekonstruksi yang dilakukan selama dua hari, diketahui bahwa korban Lael berusia 1 tahun dibunuh oleh ibu kandungnya bernama Astri, yang juga adalah korban dalam kasus ini,” kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna B kepada wartawan di Kupang, Kamis (23/12/2021), seperti dilansir Antara.

Rishian mengatakan, dari hasil rekonstruksi itu, diketahui Astri ibu kandung Lael membunuh Lael karena pelaku Randy B, yang merupakan ayah biologis Lael, ingin mengambil Lael. Namun, karena tak ingin Lael dibawa oleh Randy, Astri kemudian membunuh Lael dengan cara mencekik dan membekap Lael.

Karena kesal terhadap Astrid lantaran sudah membunuh Lael, Randy lalu membekap dan mencekik Astri hingga tak bernyawa lagi. (pel/dtk)

1 COMMENT

  1. Tdk usa hukum mati. Krn kematian itu adalah hak Pemberi hidup. Hanya potong kemaluanya dan siap memang dokter utk obati
    Agar walau dia tetap hidup tapi dia seperti sapi paron itulah hukuman yg setimpal. Krn hukuman mati. Ia tdk merasa dihukum ko sumati na. Dan hukuman ini adalah satu2nya hukuman yg membuat efek jerah bagi semua generasi mudah.

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here