Garam yang diproduksi PT. Chetam Salt Indonesia di Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.
Garam yang diproduksi PT. Chetam Salt Indonesia di Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

sergap.id, MBAY – Sejak diresmikan 5 tahun lalu, pabrik garam yang berlokasi di Desa Nggolonio, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, mulai memproduksi garam yodium.

Supervisor Produksi Salt Field, PT. Chetam Salt Indonesia, Yohanes Laja, menjelaskan, dari 36 hektar luas lahan garam ini, terdapat 9 meja kristal yang berfungsi untuk memproduksi garam.

Dari 9 meja kristal ini, yang paling luas adalah Meja A 1 seluas 1776 M2.

Kurun waktu 2 bulan terakhir, garam yang ditampung di meja kristal tersebut siap di panen.

Untuk meja A 1 mampu menghasilkan 170 ton sekali panen. Sedangkan 8 meja lainnya yang berukuran sama, yaitu 1295 M2 menghasilkan 100 ton.

Total 9 meja kristal menghasilkan 970 ton garam sekali panen.

Proses selanjutnya, garam kristal  dijemur kering, selanjutnya di olah menjadi garam yudium.

Jika cuacanya bagus, garam bisa dipanen 2 kali setahun. Hasilnya mencapai 1940 ton dan diekspor ke Australia.

Sejauh ini masih panen manual. Sedangkan pengangkutan ke mobil truk menggunakan conveyor.

Setiap meja garam dilapisi geo membran yang berfungsi agar garam tidak tercampur dengan lumpur. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here