Bocah bernama Aisha sedang mencuci piring. Ini merupakan salah satu yang harus sudah dibiasakan sejak dini. Karena tujuan belajar adalah agar bisa hidup secara mandiri, maka mencuci piring adalah life skill yang harus di miliki setiap anak.

sergap.id, INSPIRASI – Beres-beres rumah bukan hal yang disukai kebanyakan anak. Namun kebiasaan sepele ini ternyata berkontribusi pada kesuksesan anak saat dewasa nanti.

Menurut penelitian, anak-anak yang sering membantu orang tua mengurus atau membersihkan rumah akan tumbuh menjadi dewasa yang sukses dalam pekerjaan atau karir.

Menyapu, mencuci piring, atau membereskan paling tidak tempat tidur sendiri ternyata punya manfaat lebih dari sekadar membuat rumah terlihat lebih rapi.

Orangtua yang menyuruh anak-anak mereka membantu merapikan rumah berperan lebih banyak dalam membuat mereka sukses di masa depan.

Karena dengan begitu, anak-anak akan mengerti nilai bekerja.

“Dengan membuat mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, membuang sampah, mencuci baju sendiri, mereka sadar ‘aku harus melakukan pekerjaan hidup untuk menjadi bagian dari kehidupan'” kata Julie Lythcott-Haims yang melakukan penelitian kepada Tech Insider.

Penulis ‘How to Raise an Adult’ tersebut mengatakan, penilain itu mendasarkan risetnya pada Harvard Grant Study.

Penelitian itu menemukan jika orang-orang yang sering melakukan pekerjaan rumah tangga atau beres-beres rumah ketika kecil, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih sukses.

Bahkan mereka akan menjadi atasan atau pimpinan yang lebih baik di tempat kerja.

Dikatakan penulis bahwa anak-anak yang dibesarkan untuk membantu merapikan rumah jadi lebih tahu bagaimana berkolaborasi dengan rekan-rekan kerja.

Mereka juga lebih baik dalam membaca perasaan orang lain karena sering mengalami kesulitan sejak kecil.

Anak umur dua tahun mulai belajar cuci piring. Kurang bersih tak masalah, asal anak dengan senang hati melakukannya.

“Jika anak-anak tidak suka mencuci piring, itu berarti seseorang akan melakukannya untuk mereka. Dan juga, mereka terbebaskan dari bukan hanya tidak melakukan kerja tapi belajar bahwa pekerjaan harus dilakukan dan setiap dari kita, harus berkontribusi untuk kebaikan secara keseluruhan,” ungkap Julie. (ter/ter)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.