Haris Azhar
Haris Azhar

sergap.id, JAKARTA –  Pengacara sekaligus aktivis Hak Asasi Manusia, Hariz Azhar, ikut berkomentar soal penanganan kasus dugaan korupsi proyek Awololong, Kabupaten Lembata.

Itu karena hingga saat ini Polda NTT belum memeriksa dan menahan SS dan AYTL, yakni tersangka kasus Awololong.

Menurut Haris, seharusnya kedua tersangka sudah ditahan. Karena ancaman hukuman penjara dalam kasus ini lebih dari  dua tahun penjara.

“Normalnya ditahan,” kata Haris seperti yang disampaikan Koordinator Umum Amppera Kupang, Emanuel Boli kepada SERGAP, Rabu (20/01/2021).

Kepada Boli, Haris mengaku, ada yang aneh di pihak kepolisian.

“Memang kepala-kepala daerah yang diduga terlibat praktik korupsi mendapatkan ‘kenikmatan’ di beberapa tempat di Indonesia, kejadiannya seperti itu,” ucap Haris.

“Ketidakterbukaan Polda NTT kepada publik, semakin mengindikasikan bahwa jangan-jangan ada udang di balik bakwan,” ujar Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan pada 2010-2016 itu.

Haris menyebut, kasus Awololong berpotensi menjadi kasus ‘peti es’.

“Jika polisi tidak bekerja, mengarah ke ‘dipetieskan’,” tandasnya.

Sementara itu, Boli mendesak Polda NTT segera memeriksa dan menahan SS dan AYTL.

“Kedua tersangka harus segera ditahan agar tidak menimbulkan polemik, tuduhan miring, spekulasi, atau kecurigaan publik bahwa Polda NTT sedang “masuk angin” atau lalai,” kata Eman Boli.

Boli berharap kasus Awololong diungkap sampai adanya kepastian hukum yang sebenar-benarnya dan seadil-adilnya. Sebab kasus Awololong menjadi pintu masuk membuka kotak pandora kasus korupsi di Lembata di tengah kepemimpinan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur di periode kedua ini. (sp/eb)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here