
sergap.id, LEWOLEBA – Aksi pencurian di Pulau Lembata kian brutal dan tak terkendali. Bukan lagi sekadar maling biasa, pelaku diduga bagian dari sindikat yang bekerja rapi, menyasar apa saja, mulai dari HP, laptop, babi, anjing, hingga ayam jantan siap tarung dan bahkan pakaian dalam.
Lebih mengejutkan, mereka kini tak lagi beraksi diam-diam di malam hari. Siang bolong pun mereka bergerak.
Kasus terbaru terjadi Jumat, 1 Mei 2026, sekitar pukul 14.00 WITA, di RT 12 RW 37, Kelurahan Lewoleba, Kecamatan Nubatukan. Pelaku nekat mencuri ayam jantan milik Tonce Lerek di tengah aktivitas warga. Tapi aksi itu gagal setelah pemilik memergoki mereka.
Dua pelaku berhasil ditangkap warga. Namun bukannya kooperatif, keduanya justru bungkam. Mereka hanya mengaku berasal dari Lamahora, tanpa identitas jelas. Sikap mencurigakan ini memicu kemarahan warga yang selama ini terus menjadi korban.
“Ditanya nama, diam. Ditanya alamat, diam. Disini sudah terlalu sering kehilangan, jadi warga emosi dan hajar mereka,” ungkap Son, warga setempat, kepada SERGAP, Senin (4/5/26).
Ledakan emosi bukan tanpa sebab. Dalam beberapa bulan terakhir, pencurian terjadi hampir tanpa jeda. Barang elektronik raib, ternak hilang, hingga pakaian dalam pun ikut digasak.
Yang paling mengusik, hilangnya pakaian dalam memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. Warga menduga ada motif di luar ekonomi, yakni praktik mistis untuk “melindungi” aksi pencurian agar tak terdeteksi. Dugaan ini memang belum terbukti, namun cukup membuat rasa aman warga bergejolak.
Situasi sempat memanas di lokasi penangkapan sebelum akhirnya diredam oleh anggota Pospol Atadei, Ardy Namang. Ia langsung berkoordinasi dengan Polres Lembata, dan kedua pelaku pun dijemput untuk diamankan.
Kini, keduanya masih ditahan. Polisi sedang mengembangkan kasus ini untuk membongkar kemungkinan jaringan yang lebih besar.
Indikasi sindikat semakin kuat. Sebab sehari sebelumnya, Kamis 30 April 2026, tiga ekor ayam milik Yansen Bataona juga hilang di wilayah yang sama. Salah satunya ayam Filipina bernilai Rp500 ribu per ekor, harga saat ini. Pola berulang, lokasi sama, waktu berdekatan, ini diduga bukan kebetulan.
LIHAT VIDEONYA DISINI
Lebih jauh, pelaku sendiri mengaku sudah berulang kali mencuri di kawasan Lewoleba. Karena itu warga mendesak aparat kepolisian tidak berhenti pada penangkapan dua orang itu saja, tetapi membongkar total jaringan pencurian yang selama ini telah meneror Lewoleba. (re/cs)
































