Pasar Danga saat ini. Gambar diambil Rabu 13 Juli 2022.
Pasar Danga saat ini. Gambar diambil Rabu 13 Juli 2022.

sergap.id, MBAY Walau para terperiksa hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi, namun penanganan kasus dugaan korupsi Pasar Danga di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Kapolres Nagekeo, melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu. Rifai, SH, pun menepis isu miring yang mengatakan bahwa kasus tersebut berpeluang di-SP3-kan lantaran penanganannya terlalu lama hingga belum juga disidangkan Pengadilan Tipikor.

“Tidak ada yang namanya SP3 seperti rumor yang beredar di publik”, tegas Rifai kepada SERGAP, Rabu (13/7/22) siang.

Menurut dia, kasus ini tetap diproses hingga ke Pengadilan.

“Karena ini menyangkut kerugian Negara”, ucap Rifai.

Rifai menjelaskan, berdasarkan perhitungan penyidik, kerugian Negara mencapai Rp 300 juta lebih.

“Lebih jelasnya kita tunggu hasil audit dari lembaga yang lebih berkompeten, yakni BPKP atau BPK”, imbuhnya.

Kata Rifai, Selasa 12 Juli 2022  kemarin, para pihak telah dipanggil dan dimintai keterangan.

“Yang sudah kita periksa kemarin itu, mantan Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Nagekeo berinisial  GJ, Mantan Kepala Dinas PUPR inisial (SB), Kepala Dinas PUPR saat ini (BF)  dan rekanan ( R).  Status mereka saat ini masih sebagai saksi”, terangnya.

Rifai menambahkan, Bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do juga sudah diperiksa. Saat ini penyidik sedang menunggu hasil audit BPKP.

“Setelah berkas dinyatakan lengkap, maka kita akan tetapkan tersangka dan para tersangka langsung kita tahan. Pasal yang diterapkan untuk kasus Pasar Danga yakni Pasal  2 dan 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara”, tutup Rifai. (sg/sg)

KOMENTAR ANDA?

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini