Jalan menuju Pantai Wisata Enagera yang sempat ditutup oleh BN, kontraktor asal Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.
Jalan menuju Pantai Wisata Enagera yang sempat ditutup oleh BN, kontraktor asal Mauponggo, Kabupaten Nagekeo.

sergap.id, MAUPONGGO – Proyek pembangunan MCK dan Tower (Menara Pemantau), yang menelan biaya senilai Rp. 900.324.750, nyaris batal. Itu karena jalan masuk menuju lokasi proyek, dipagari oleh BN, warga setempat.

Setelah ditelusuri pihak kepolisian, ternyata alasan pemblokiran jalan masuk ke lokasi proyek yang terletak di bibir pantai wisata Enagera itu disebabkan oleh kekecewaan BN yang juga merupakan seorang kontraktor, setelah CV miliknya kalah dalam tender proyek dimaksud.

Hal ini disampaikan Kapolres Nagekeo melalui Kapolsek Mauponggo, Ipda. Jakobus Sanam, SH kepada SERGAP, Jumat (30/7/21).

Menurut Jeck, sehari sebelum acara peletakan batu pertama, ada warga yang datang melapor bahwa jalan masuk menuju Pantai Wisata Enagera telah ditutup.

“Mendapat laporan itu, awalnya saya kaget, karena setahu saya dilokasi tersebut, akan diadakan acara peletakan batu pertama  oleh Bupati Nagekeo, tanggal 30 Juli 2021. Apalagi aset tersebut merupakan milik Pemda Nagekeo. Setelah mendapat laporan itu, saya perintahkan anggota untuk cek di TKP. Informasi dari anggota membenarkan bahwa jalan masuk menuju Pantai Wisata Enagera, Desa Wolotelu, Kecamatan Mauponggo, telah ditutup. Kejadian penutupan ini pada tanggal 29 Juli 2021”, beber Ipda Sanam.

“Berdasarkan laporan anggota, saya langsung berkoordinasi dengan unsur Forkompimcam dan Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, untuk secara bersama mencari solusi. Hasil rapat pada tanggal 29 Juli 2021, pihak Forkompimcam, harus mengambil langkah tegas, yakni pemblokiran jalan tersebut harus dibuka, karena untuk kepentingan  umum,” kata Sanam.

Menurut Sanam, pemblokiran jalan masuk menuju pantai Wisata Enagera akan menghambat pendropingan material, baik lokal maupun non lokal.

“Karena pembangunan MCK dan Tower itu sangat dibutuhkan, karena selain menambah fasilitas dan pelayanan publik, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” ungkapnya.

“Sebagai Kapolsek, sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak boleh melakukan hal yang dapat menghambat program pemerintah. Jika ada pihak-pihak yang belum menerima tindakan yang kami ambil ini, saya sarankan untuk menempuh jalur hukum, sesuai ketentuan hukum, dan Perundang-Undangan yang berlaku. Saya juga meminta kepada warga masyarakat di wilayah hukum Polsek Mauponggo untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat agar tetap kondusif,” tegas Sanam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo, Rustien Triatmi, membenarkan bahwa jalan menuju lokasi wisata Pantai Enagera sempat ditutup sehari sebelum acara peletakan batu pertama pembangunan MCK dan Tower.

Tapi berkat kerjasama semua unsur, Jumat 30 Juli 2021, acara peletakan batu pertama, tetap berjalan sesuai rencana.

“Acara peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Nagekeo, didampingi tokoh adat setempat, yakni bapak Yeremias Meko,” katanya.

Acara ini juga, kata Rustien, dihadiri oleh Kapolsek Mauponggo, Camat Mauponggo, Koramil  1625/04, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Rustien berharap CV Keliola dan CV Em Ka Utama melaksanakan  pekerjaan tersebut sesuai spesifikasi dan bahan bangunannya harus sesuai standar yang diamanatkan dalam kontrak, serta penyelesaian proyek harus tepat waktu.

“Untuk MCK itu di kerjakan oleh CV Keliola dengan nilai kontrak Rp 284.800.000. Sedangkan pekerjaan Menara Pengawas oleh CV Em Ka Utama dengan nilai kontrak Rp 615.524.750. Dua paket pekerjaan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler Bidang Pariwisata,” ucap Rustien. (sg/sg)

KOMENTAR SESUAI TOPIK DI ATAS

Please enter your comment!
Please enter your name here